"Tapi ketika saya dipanggil, loh Bu Mega bilang ndak tuh," katanya.
Bahkan, lanjut Mahfud, Ketum PDIP tersebut sampai menegaskan, agar dirinya jangan menerima bantuan uang dari pihak lain.
"Kalau ada orang nyumbang itu suruh dalam bentuk barang aja, kaos, langsung kirim, tapi kalau dalam bentuk uang, kata Bu Mega, Pak Mahfud tidak usah. Kami yang ngurus di TPN (tim pemenangan nasional)."
"Sehingga saya tidak keluar uang," timpalnya lagi.
Disisi lain, saat itu Mahfud dan PDIP tidak tahu bahwa Jokowi akan mengajukan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka untuk maju di Pilpres.
"Kami tahu bahwa Pak Prabowo akan maju. Kan waktu itu kan masih banyak calonnya tuh, macam-macam lah, ya kita jalan aja. Nah tiba-tiba muncul nama Mas Gibran, ya konstalasi terus berubah. Ya tidak apa-apa harus jalan," ujarnya.
Sampai akhirnya, Mahfud menerima kekalahan, dan kembali menghadap Megawati. Di situlah, mantan Ketua Hakim MK ini mengaku salut dengan sikap kenegarawanan putri Soekarno tersebut.
"Ibu mempercayai saya, dan menunjukkan jati diri ibu, ibu tidak tidak mencari uang dari proses politik ini. Bagi saya kalah enggak apa-apa, saya tetap merasa terhormat saya bilang," tuturnya.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029