2. Isu Sensitif dan Politik Identitas
Dalam upaya memenangkan hati pemilih, para kandidat seringkali memanfaatkan isu-isu yang sensitif dan berkaitan dengan politik identitas.
Isu agama, etnis, dan gender dapat memicu perdebatan sengit dan memecah-belah masyarakat.
Politik identitas seringkali menjadi senjata ganda yang dapat menggerakkan massa namun juga meninggalkan dampak sosial yang mendalam.
3. Pencemaran Nama Baik dan Politik Hitam
Pencemaran nama baik dan politik hitam menjadi fenomena umum di masa kepepiluan.
Pihak-pihak yang terlibat dalam pemilihan umum seringkali mencoba untuk merusak reputasi lawan politik mereka dengan menyebarkan informasi palsu atau menggiring opini publik dengan narasi yang menguntungkan pihak mereka sendiri.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pronusantara.com
Artikel Terkait
Analisis Lengkap: Makna Tersembunyi Dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran 2 Periode & Skenario 2029
Partai Demokrat Netral: Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran, Tolak Politik Warisan Jokowi
KKN Jokowi di UGM 1985: Koordinator Klaim Tidak Kenal Nama Joko Widodo
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke AS vs Tragedi Anak SD di NTT