Edi Hasibuan dengan tegas membantah spekulasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa silaturahmi ini tidak ada kaitannya dengan menagih utang politik, meminta perlindungan hukum, atau menitipkan posisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Justru, Edi menekankan bahwa Presiden Prabowo membutuhkan Kapolri Sigit untuk mensukseskan Program Asta Cita pemerintah. Pemikiran dan pengalaman Jokowi sebagai mantan presiden dinilai sangat diharapkan untuk kontribusi kemajuan bangsa.
Pertemuan yang Tak Biasa
Yang membuat kunjungan ini istimewa adalah sifatnya yang tak biasa. Selama ini, Jokowi lebih sering menerima kunjungan pejabat negara, termasuk Prabowo, di kediaman pribadinya di Sumber, Solo. Peran yang terbalik inilah yang kemudian memicu berbagai interpretasi di masyarakat.
Namun, penjelasan dari lembaga kajian seperti Lemkapi diharapkan dapat meredam berbagai spekulasi yang tidak berdasar dan mengembalikan fokus pada tujuan utama: silaturahmi untuk kemajuan bangsa.
Sumber artikel asli: https://rmol.id/amp/2025/10/11/682866/tak-perlu-baper-dengan-pertemuan-jokowi-prabowo-
Artikel Terkait
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029
Megawati Institute Resmi Berdiri: Ketua Umum PDIP Resmikan Think Tank di HUT ke-53 Partai