Pernyataan Luhut tersebut memunculkan gelombang respons dari berbagai kalangan. Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai, ucapan Luhut justru membuka tabir lama soal pengelolaan proyek strategis nasional di masa pemerintahan sebelumnya.
"Pernyataan Luhut justru membuka tabir 'busuk' pemerintahan sebelumnya," tulis Hensat di akun X, menguatkan analisis mengenai masalah fundamental dalam proyek KCJB.
Sejarah Kontroversi Proyek Kereta Cepat Whoosh
Proyek KCJB yang kini dikenal dengan nama Whoosh memang sejak awal menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Berbagai isu mengemuka, mulai dari pembengkakan biaya, skema pinjaman luar negeri, hingga jaminan pemerintah yang dinilai membebani keuangan negara.
Proyek kereta cepat sepanjang 142 kilometer yang melintasi sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Purwakarta, Bandung Barat, dan Kota Bandung ini, diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar menjadi simbol politik yang sarat masalah.
Artikel Terkait
Analisis Partai Baru Indonesia: Catch-all Party Pragmatis Tanpa Ideologi Jelas?
SP3 Kasus Eggi-Damai: Modal Politik Jokowi untuk Pilpres 2029?
SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB: Analisis Lengkap
Gerakan Rakyat Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres, Target Jadi Partai Politik 2026