Keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga 25 basis poin akhir Oktober memberikan dorongan signifikan bagi aset berisiko di pasar negara berkembang. Selain itu, kesepakatan dagang sementara AS-China berhasil meredakan kekhawatiran pelambatan ekonomi global.
Rotasi Sektor dan Rebalancing
Penyesuaian komposisi indeks dan rotasi sektor turut memperkuat reli IHSG. Saham blue chip di sektor perbankan, energi, dan konsumen mencatat penguatan signifikan di tengah volatilitas akibat rebalancing MSCI.
Rekor All-Time High Terbaru
IHSG berhasil mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada perdagangan intraday Senin, 27 Oktober 2025, dengan menyentuh level 8.354,67. Pencapaian ini semakin mengukuhkan momentum bullish yang berlangsung sejak Juli 2025.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Meski menunjukkan ketahanan yang baik, reli IHSG masih menghadapi beberapa tantangan. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih lebih dari Rp12,90 triliun selama 6 bulan terakhir. Potensi koreksi tetap terbuka jika sentimen global memburuk atau realisasi kerja sama dagang belum konkret.
Namun secara keseluruhan, pasar saham Indonesia terus menunjukkan optimisme dan ketahanan di tengah ketidakpastian global, dengan likuiditas domestik menjadi penopang utama pergerakan indeks.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat