Mekanisme komunikasi militer ini memiliki peran krusial sebagai alat pencegahan eskalasi konflik dan kesalahpahaman antara kedua kekuatan militer terbesar dunia. Keberfungsian saluran ini dianggap vital untuk menjaga stabilitas keamanan regional.
Respons dan Harapan Tiongkok
Laksamana Dong Jun menggambarkan pembicaraan dengan Menteri Hegseth sebagai "berhasil" dan menyampaikan harapan bahwa Washington akan konsisten mematuhi komitmennya dalam kebijakan terhadap Tiongkok. Secara khusus, Dong menekankan pentingnya AS tidak melakukan pembatasan terhadap Tiongkok dan tidak mendukung gerakan kemerdekaan Taiwan.
Meskipun Amerika Serikat secara resmi mengakui kebijakan "Satu Tiongkok", Washington terus menjalin kerja sama militer dan memasok persenjataan ke Taiwan. Kebijakan inilah yang kerap menjadi sumber ketegangan dalam hubungan bilateral kedua negara.
Pemulihan komunikasi militer ini dipandang sebagai langkah positif menuju de-eskalasi ketegangan dan peningkatan transparansi antara kedua negara, yang hubungannya telah mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Berkas Epstein Dibuka: Fakta Memo FBI Klaim Trump Dikendalikan Israel
Dokumen Epstein Bocor: Fakta Pengiriman Kain Kabah ke Jeffrey Epstein Terungkap
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Picu Perang Regional, Trump Beri Respons