Rapat Rahasia Doha: Transisi Venezuela Pasca Maduro dan Peran Kunci Delcy Rodriguez

- Selasa, 06 Januari 2026 | 17:25 WIB
Rapat Rahasia Doha: Transisi Venezuela Pasca Maduro dan Peran Kunci Delcy Rodriguez
Dugaan Rapat Rahasia di Doha: Jejak Orang Dalam Transisi Venezuela Pasca Maduro

Dugaan Rapat Rahasia di Doha: Jejak Orang Dalam Transisi Venezuela Pasca Maduro

Kejatuhan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, diduga kuat tidak hanya disebabkan oleh tekanan eksternal dari Amerika Serikat. Fakta mengejutkan mengungkap adanya manuver diam-diam dari lingkaran dalam elite Caracas yang merancang masa depan Venezuela tanpa sang presiden.

Pertemuan Rahasia di Doha dan Peran Kunci Delcy Rodriguez

Laporan mengungkap adanya pertemuan tertutup pejabat tinggi Venezuela di Doha, Qatar. Rapat ini membahas skenario pemerintahan pasca-Maduro dan berlangsung tanpa sepengetahuan Maduro. Wakil Presiden Delcy Rodriguez disebut sebagai figur sentral yang memimpin dialog, didampingi saudaranya, Jorge Rodriguez.

Forum di Doha digambarkan sebagai pertemuan strategis informal yang mempertemukan elite Venezuela dengan mediator asing. Seorang anggota senior keluarga kerajaan Uni Emirat Arab disebut berperan sebagai penghubung antara rezim Caracas dan pemerintahan Donald Trump.

Komunikasi dengan AS dan Skenario "Madurismo tanpa Maduro"

Media AS, Miami Herald, melaporkan bahwa Delcy Rodriguez secara langsung berkomunikasi dengan pihak Amerika. Dalam percakapan tersebut, ia dipandang sebagai figur yang "lebih dapat diterima" untuk memimpin Venezuela dibandingkan Maduro.

Hal ini memunculkan skenario transisi kekuasaan yang dikenal sebagai "Madurismo tanpa Maduro". Skema ini bertujuan menjaga kesinambungan rezim dengan hanya mengganti figur puncak, agar transisi berlangsung terkendali tanpa pembongkaran sistem secara menyeluruh.

Pernyataan Trump dan Tuduhan Pengkhianatan Internal

Keterlibatan AS menguat ketika Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Washington akan "mengelola" Venezuela melalui pemerintahan transisi yang dipimpin Delcy Rodriguez. Trump juga menyebut rencana masuknya perusahaan minyak AS ke Venezuela.

Tuduhan pengkhianatan internal semakin kencang disuarakan oleh mantan Wakil Presiden Kolombia, Francisco Santos Calderon. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Maduro "diserahkan" untuk ditangkap AS tanpa perlawanan, dengan Delcy Rodriguez sebagai aktor kunci.

Kesimpulan: Pergeseran Kekuasaan dari Kompromi Elite

Jika berbagai laporan ini benar, kejatuhan Maduro menandai babak baru politik Venezuela. Peristiwa ini bukan sekadar tumbangnya seorang presiden, melainkan hasil dari pergeseran kekuasaan yang lahir dari kompromi elite internal, negosiasi tertutup, dan kepentingan geopolitik global yang saling berkelindan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar