Yordania & UEA Siap Bantu AS Serang Iran? Analisis Lengkap Laporan Intelijen

- Senin, 26 Januari 2026 | 03:50 WIB
Yordania & UEA Siap Bantu AS Serang Iran? Analisis Lengkap Laporan Intelijen
Media Israel Sebut 2 Negara Arab Ini Akan Bantu AS Serang Iran - Analisis Lengkap

Media Israel Sebut Yordania dan UEA Siap Bantu AS dalam Serangan ke Iran

Sebuah laporan eksklusif dari media Israel, Israel Hayom, mengungkapkan bahwa Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA) bersiap memberikan dukungan krusial kepada Amerika Serikat dalam skenario serangan terhadap Iran. Dukungan ini disebut mencakup bantuan logistik, intelijen, dan pertahanan.

Rincian Dukungan Logistik dan Intelijen untuk AS

Laporan yang terbit pada Minggu tersebut menyebut, selain Yordania dan UEA, Inggris juga disebutkan akan terlibat. Ketiga negara ini diklaim akan berbagi data intelijen dan operasional yang vital untuk mendukung operasi militer AS. Peran mereka juga mungkin mencakup pertahanan aktif, seperti mencegat rudal dan drone balasan yang diluncurkan Iran.

Tujuan utama dari operasi pertahanan bersama ini adalah untuk melindungi wilayah Israel, pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, serta infrastruktur energi penting di Teluk Persia.

Respons dan Kekhawatiran Negara-Negara Terkait

Hingga saat ini, pemerintah Yordania dan UEA belum memberikan komentar resmi menanggapi laporan ini. Sementara itu, tingkat partisipasi Inggris masih diselimuti ketidakpastian, terutama menyusul komentar kontroversial mantan Presiden AS Donald Trump tentang peran sekutu di Afghanistan.

Laporan ini muncul bertepatan dengan kunjungan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, ke Israel untuk pertemuan dengan pejabat keamanan senior. Sumber keamanan Israel mengindikasikan kolaborasi militer AS-Israel saat ini sangat erat, mencakup berbagi intelijen, logistik, dan sistem pertahanan udara.

Kekhawatiran Negara Teluk dan Pengerahan Militer AS

Beberapa negara di kawasan, termasuk Arab Saudi, Oman, dan Qatar, dikabarkan aktif berupaya mencegah eskalasi dan serangan AS terhadap Iran. Mereka khawatir akan terdampak dan terjerumus dalam konflik terbuka. Posisi UEA sendiri dianggap masih ambigu, dengan sinyal beragam dari para pejabatnya.

Di sisi lain, AS telah menyelesaikan penumpukan kekuatan militer besar-besaran di Timur Tengah. Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang bertenaga nuklir telah tiba di wilayah operasi CENTCOM, dilengkapi dengan pesawat tempur siluman F-35C, rudal jelajah Tomahawk, dan didukung oleh penempatan pesawat pengebom B-52 di Qatar serta F-15E di Yordania.

Pengerahan ini, yang diperintahkan pada era Trump, digambarkan sebagai tindakan pencegahan dan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan ofensif AS di perairan dekat Iran. Kehadiran kekuatan militer ini memicu kekhawatiran tinggi akan potensi pecahnya konflik bersenjata baru di kawasan yang sudah rentan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar