PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menugaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk segera membentuk tim evaluasi buku ajar sekolah. Instruksi ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Tim tersebut nantinya bertugas menyesuaikan materi pelajaran dengan perkembangan zaman dan teknologi, serta memastikan kualitasnya tidak kalah dibandingkan buku-buku dari luar negeri. Hadir dalam pertemuan itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Penugasan Langsung dari Presiden
Dalam keterangannya kepada awak media, Jumat, 12 Juni 2026, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa arahan tersebut merupakan prioritas utama yang ditekankan langsung oleh Kepala Negara.
"Beliau (Mendikdasmen) diberi tugas untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita, yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi," ujar Prasetyo.
Pernyataan itu disampaikan seusai rapat yang berlangsung hampir dua jam. Suasana di Istana Merdeka pagi itu tampak sibuk, dengan para menteri berdatangan sejak pukul sembilan. Tidak ada pengumuman resmi sebelumnya mengenai agenda rapat tersebut, sehingga kehadiran para pejabat tinggi negara sempat mengejutkan sejumlah wartawan yang bertugas di kompleks istana.
Bukan Sekadar Ikuti Zaman
Evaluasi terhadap buku ajar sekolah tidak hanya bertujuan mengikuti arus perubahan global. Menurut Prasetyo, langkah ini juga dimaksudkan untuk menjaga daya saing literasi pendidikan Indonesia.
"Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar," kata Prasetyo.
Kalimat itu ia lontarkan dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa selama ini masih ada kesenjangan kualitas antara buku pelajaran dalam negeri dan buku impor, baik dari segi konten, metode penyajian, maupun relevansinya terhadap kebutuhan siswa masa kini.
Guru Juga Jadi Sorotan
Selain soal buku ajar, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru dalam rapat terbatas tersebut. Pembahasan berlangsung alot dan mendalam.
"Diskusi hampir dua jam lebih, betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya," ungkap Prasetyo.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan kualitas pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada buku. Guru sebagai ujung tombak di lapangan harus mendapatkan perhatian yang setara, mulai dari kesejahteraan hingga pelatihan kompetensi.
Langkah Konkret ke Depan
Tim evaluasi yang akan dibentuk oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti diharapkan segera bekerja. Meski belum diumumkan secara rinci mengenai susunan anggota dan jadwal kerja, pemerintah memastikan proses ini akan melibatkan para ahli di bidang kurikulum, teknologi pendidikan, serta praktisi lapangan.
Abdul Mu’ti sendiri, yang dikenal sebagai sosok akademisi dan memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan, dianggap mampu mengawal tugas ini dengan pendekatan yang sistematis. Beberapa kalangan menilai, langkah ini merupakan sinyal bahwa pemerintah serius merombak sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap era digital.
Dengan adanya tim ini, publik berharap buku ajar ke depan tidak hanya relevan secara konten, tetapi juga mampu membangkitkan minat baca dan semangat belajar siswa di seluruh Indonesia.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Waspada Kanker Usus pada Wanita Muda: 5 Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Khamenei Ditunda Hingga Akhir Juni demi Hormati Masa Berkabung Muharram
Persis Solo Tunjuk Rochmat Setiawan sebagai Kepala Departemen Analisis untuk Perkuat Pendekatan Berbasis Data
China Jatuhkan Sanksi ke Menteri Pertahanan Filipina dan Keluarganya