Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan di Kediaman Resmi

- Minggu, 01 Maret 2026 | 03:50 WIB
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan di Kediaman Resmi

PARADAPOS.COM - Media pemerintah Iran, IRIB, secara resmi mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan yang terjadi di kompleks kediaman resminya pada Sabtu dini hari, 1 Maret 2026. Laporan yang disiarkan melalui saluran Telegram tersebut menyebut Khamenei gugur di tempat kerjanya, menguatkan klaim sebelumnya dari pejabat tinggi Amerika Serikat.

Serangan di Kompleks Kediaman Resmi

Menurut siaran IRIB, insiden mematikan itu terjadi ketika Khamenei sedang menjalankan aktivitas kenegaraan di kantornya yang terletak di dalam kompleks Beit Rahbari di Teheran. Kompleks tersebut berfungsi sebagai pusat kegiatan sekaligus kediaman resmi sang pemimpin. Laporan media pemerintah itu memberikan gambaran pertama dari pihak Iran mengenai lokasi dan situasi tepat saat serangan dilancarkan.

“Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran gugur sebagai syahid di tempat kerjanya di Beit Rahbari,” demikian bunyi pernyataan resmi IRIB yang dikutip dari saluran Telegramnya.

Klaim AS dan Korban Lainnya

Konfirmasi dari Teheran ini sejalan dengan pernyataan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Presiden dan Perdana Menteri Amerika Serikat. Kedua pejabat AS itu telah lebih dulu mengklaim bahwa Khamenei tewas dalam sebuah operasi gabungan. Meski demikian, detail operasi dan pihak mana saja yang terlibat secara spesifik belum diungkap lebih lanjut.

Lebih tragis lagi, serangan tersebut dikabarkan tidak hanya merenggut nyawa sang Ayatollah. Laporan dari kantor berita Fars News Agency, yang juga dekat dengan pemerintahan, menyebutkan bahwa sejumlah anggota keluarga dekat Khamenei turut menjadi korban. Di antara mereka disebutkan ada putri, menantu, serta cucu-cucu dari pemimpin tertinggi Iran itu.

Dengan dikonfirmasinya kabar ini oleh media resmi negara, situasi di Iran diprediksi akan memasuki fase yang sangat kritis, menandai babak baru dalam gejolak politik dan keamanan regional.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar