PARADAPOS.COM - Rencana kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke sejumlah wilayah di Indonesia kembali memicu perdebatan. Mantan Presiden yang sebelumnya menyatakan akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa ini dinilai masih menunjukkan ambisi politik yang kuat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, yang secara terbuka mengkritik konsistensi Jokowi.
Kritik Tajam dari Amien Rais
Amien Rais menilai bahwa langkah Jokowi bertolak belakang dengan ucapannya sendiri. Ia mengingatkan bahwa Jokowi pernah berjanji akan mengakhiri masa pengabdiannya di panggung politik nasional dan kembali hidup bermasyarakat di kampung halamannya.
“Mas Kowi memang manusia lamis alias manusia hipokrit. Omongannya tidak bisa dipegang, tidak bisa dipercaya,” kata Amien Rais melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Amien, sebagai orang Jawa yang memahami budaya, Jokowi seharusnya paham bahwa berbohong adalah watak yang buruk. Ia menambahkan bahwa manusia munafik yang gemar mencederai janji akan hidup susah dan sulit.
“Manusia munafik yang gemar mencederai janji, hidupnya akan susah, sulit,” ujarnya.
Peringatan tentang Hukum Alam
Dalam kesempatan yang sama, Amien kembali mengingatkan Jokowi tentang hukum alam. Ia menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti akan berakhir, hilang, dan punah. Proses kepunahan itu, menurutnya, bisa berlangsung cepat atau lambat.
“Kepunahan itu bisa berproses cepat atau lambat,” jelasnya.
Sebagai contoh, Amien menyebut Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang berkuasa selama 32 tahun namun harus turun panggung dengan cara yang tragis. Ia menekankan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang abadi.
Konteks Kunjungan dan Respons Publik
Rencana kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah ini pun menuai beragam respons. Sebagian kalangan menilai bahwa langkah tersebut adalah bagian dari hak politik seorang mantan presiden. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan konsistensi antara pernyataan dan tindakan yang ditampilkan.
Di tengah dinamika politik yang terus bergulir, publik masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak Jokowi terkait rencana kunjungan tersebut. Sementara itu, kritik dari tokoh senior seperti Amien Rais menambah daftar panjang sorotan terhadap figur yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gatot Nurmantyo Sebut Prabowo Ditekan Pilih Gibran Usai Putusan MK
BK DPRD Kaltim Proses Laporan Etik Dua Anggota Dewan Akibat Percakapan di Grup WhatsApp
Fenomena Lagu Mas Bahlil Ganteng Dinilai Jadi Alat Politik Efektif Menjelang Pemilu 2029
Jokowi Tak Hadir di Upacara Hari Lahir Pancasila karena Tidak Terima Undangan Resmi