IRGC Ancam Perluas Target Serangan ke Kantor Perusahaan AS di Timur Tengah

- Minggu, 15 Maret 2026 | 04:25 WIB
IRGC Ancam Perluas Target Serangan ke Kantor Perusahaan AS di Timur Tengah

PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka mengancam akan memperluas target serangan di Timur Tengah dengan menyasar kantor-kantor perusahaan besar Amerika Serikat. Peringatan yang disampaikan melalui media pemerintah itu juga meminta warga sipil untuk menjauhi fasilitas-fasilitas tersebut guna menghindari risiko keselamatan.

Daftar Target Perusahaan AS dan Lokasinya

Melalui kantor beratanya, IRGC merilis sebuah daftar yang memuat sejumlah perusahaan AS di sektor industri, energi, dan keuangan yang dianggap sebagai sasaran sah. Ancaman ini menandai eskalasi baru, mengingat sebelumnya fasa ancaman lebih banyak tertuju pada aset militer dan diplomatik Amerika di kawasan.

Beberapa nama korporasi raksasa yang disebut antara lain Lockheed Martin dan Boeing dari industri pertahanan dan dirgantara, serta raksasa teknologi seperti Microsoft dan Oracle. Tak ketinggalan, perusahaan energi ExxonMobil, jasa keuangan Citigroup, dan penyedia layanan cloud Amazon Web Services juga masuk dalam daftar. Kantor-kantor perusahaan tersebut banyak berpusat di ibu kota Yordania, Amman, serta di Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab.

Konteks Ancaman dan Insiden Terkini

Ancaman tertulis ini bukan datang tanpa konteks. Beberapa waktu sebelumnya, telah terjadi insiden yang mengindikasikan meningkatnya ketegangan. Amazon, misalnya, telah mengungkap bahwa dua pusat data miliknya di UEA dan satu di Bahrain mengalami kerusakan fisik akibat serangan drone.

Dalam pernyataannya, IRGC secara eksplisit mendesak Amerika Serikat untuk mengevakuasi semua aset industrinya dari kawasan Timur Tengah. Seruan yang sama juga ditujukan kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi-lokasi tersebut.

"Kami mendesak warga yang tinggal di dekat fasilitas tersebut untuk mengevakuasi diri untuk menghindari bahaya," tegas pernyataan itu, seperti yang dikutip dari laporan media.

Peringatan ini muncul di tengah lanskap keamanan regional yang sudah rentan, menambah daftar kekhawatiran bagi kepentingan bisnis dan keamanan internasional di kawasan. Analis keamanan menilai langkah ini sebagai bagian dari perang psikologis dan tekanan strategis Iran, yang memperluas dimensi konfrontasi tidak langsung dengan Washington.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar