PARADAPOS.COM - Iran secara tegas membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim telah menghancurkan kemampuan angkatan laut negara itu. Sebagai bentuk penolakan, seorang pejabat tinggi militer Iran justru menantang Trump untuk mengirimkan kapal perang AS ke perairan Teluk Persia jika berani, sambil menegaskan kendali penuh mereka atas Selat Hormuz yang strategis.
Bantahan dan Tantangan Terbuka
Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menyampaikan bantahan resmi tersebut. Dalam pernyataannya, dia menekankan posisi kuat Iran di wilayah perairan vital tersebut.
“Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) dan Iran memiliki kedaulatan penuh,” tegas Naini, mengutip laporan dari kantor berita Anadolu pada Senin (16/3/2026).
Dia kemudian melontarkan tantangan langsung yang bernada menantang. “Bukankah Trump bilang dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, kalau berani, dia bisa mengirim kapalnya ke wilayah Teluk Persia,” ujarnya.
Klaim Serangan dan Syarat Akhir Perang
Lebih lanjut, perwira tinggi itu mengungkapkan klaim operasi militer Iran yang luas dalam konflik regional. Naini menyatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan ratusan rudal dan ribuan drone menuju target yang dikaitkan dengan AS dan Israel.
Mengenai jalan menuju perdamaian, Naini memberikan syarat yang tegas. Dia menambahkan bahwa konflik hanya akan berakhir jika pihak lawan mengakui keunggulan kekuatan militer dan sistem pertahanan Iran.
“Kami berupaya memberi hukuman kepada agresor serta melanjutkan serangan berat dan menghancurkan terhadap musuh,” tuturnya, menegaskan komitmen untuk terus membalas setiap aksi yang mereka anggap sebagai agresi.
Pernyataan-pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan, menyoroti retorika keras dan klaim kemampuan yang saling bertolak belakang antara Teheran dan Washington.
Artikel Terkait
Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake
Analis: Ketangguhan Militer Iran Buat Konflik di Timur Tengah Berkepanjangan
Iran Serang Pusat Data AWS di Teluk, AS dan Israel Dinilai Kewalahan
Keheningan Media Sosial Yair Netanyahu Picu Rumor Liar soal PM Israel