PARADAPOS.COM - Pasukan keamanan Israel kembali menggunakan gas air mata untuk membubarkan jemaah Palestina yang hendak melaksanakan sholat Idul Fitri di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (20/3/2026). Insiden ini memperpanjang catatan ketegangan di lokasi suci tersebut, yang telah ditutup oleh otoritas Israel sejak akhir Februari lalu, bertepatan dengan eskalasi konflik regional.
Insiden di Hari Raya
Pada pagi hari raya Idul Fitri, suasana di Yerusalem Timur kembali memanas. Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa gas air mata ditembakkan ke arah warga yang berkumpul, mengubah momen damai menjadi hiruk-pikuk. Tindakan ini menuai kecaman luas, dianggap sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beribadah di tengah situasi yang sudah lama mencekam.
Akun Instagram Al Jazeera English melaporkan kejadian tersebut dengan menyatakan, "Pasukan Israel menyerang warga Palestina dengan gas air mata untuk mencegah mereka melaksanakan sholat Ied di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa."
Penutupan Berkepanjangan dan Seruan Solidaritas
Kompleks Masjid Al-Aqsa sendiri masih dalam kondisi terkunci. Penutupan paksa yang berlangsung hampir tiga pekan ini dikaitkan dengan dinamika keamanan yang lebih luas di kawasan. Dari Indonesia, suara solidaritas bergema kuat. Anshorullah, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), menekankan bahwa penjajahan terhadap situs suci itu masih berlanjut bahkan di hari kemenangan.
“Maka saatnya kita bersikap, AWG menyeru bela Al-Aqsa pada momen Idul Fitri,” tegasnya dalam pernyataan kepada media.
AWG secara khusus menyerukan agar khutbah Idul Fitri mengangkat isu kemuliaan dan kondisi terkini Al-Aqsa. Kelompok itu juga mendorong umat Islam untuk menunjukkan dukungan melalui atribut, doa, serta infak yang disalurkan untuk kegiatan edukasi dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina.
“Bergerak berjamaah bebaskan Masjid Al-Aqsa dan Palestina, Allahu Akbar, Al-Aqsa Haqquna,” seru Anshorullah.
Peringatan di Balik Sukacita
Anshorullah mengingatkan adanya kontras yang menyayat hati. Di saat banyak keluarga Muslim merayakan hari raya dengan sukacita dan silaturahmi, saudara-saudara di Palestina justru terus berjuang di bawah tekanan, bahkan untuk sekadar menjalankan ibadah di tanah mereka sendiri.
“Saat kita berkumpul bersama keluarga, saudara kita di Palestina masih berjuang untuk sekadar bisa beribadah di Tanah Air mereka sendiri,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Menutup seruannya, AWG mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat solidaritas dan tidak lupa mendoakan keselamatan Masjid Al-Aqsa serta kemenangan rakyat Palestina, mengingat tanggung jawab bersama dalam menjaga tempat suci tersebut.
Artikel Terkait
Jet Tempur F-35 AS Lakukan Pendaratan Darurat Diduga Tersasar Rudal Iran
Serangan Rudal di Teheran Rusak Pusat Antariksa dan Infrastruktur Sipil
Iran Konfirmasi Kepala Keamanan Nasional Tewas Diserang Israel, Tolak Upaya Damai
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Targetkan Seluruh Pelabuhan di Timur Tengah