Safari Politik Jokowi Bersama PSI Dinilai Percepat Persaingan Elite Jelang Pemilu 2029

- Jumat, 03 Juli 2026 | 12:25 WIB
Safari Politik Jokowi Bersama PSI Dinilai Percepat Persaingan Elite Jelang Pemilu 2029

PARADAPOS.COM - Safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bakal mempercepat persaingan antar-elite politik jelang Pemilu 2029. Pengamat politik Selamat Ginting bahkan menyebut PSI berpotensi menjadi “musuh bersama” jika terus memperluas pengaruh dan jaringannya, terutama di kalangan partai koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto. Dinamika ini, menurutnya, mulai terasa sejak awal tahun ini dan memicu kekhawatiran di sejumlah kubu.

Pernyataan tersebut disampaikan Selamat Ginting dalam sebuah diskusi yang tayang di kanal YouTube Abraham Samad, Jumat, 3 Juli 2026. Ia mengamati bahwa langkah Jokowi yang kerap terlihat bersama kader PSI dalam beberapa agenda politik belakangan ini telah mengubah peta persaingan yang sebelumnya diperkirakan baru akan memanas pada 2027.

Kompetisi Elite Makin Tajam Lebih Cepat

Menurut Selamat, percepatan kompetisi ini tidak bisa dilepaskan dari manuver politik Jokowi yang mulai aktif mendekati partai-partai, termasuk PSI. “Kompetisi elite akan terjadi jika PSI berkembang menjadi kekuatan besar dan mulai bersaing dengan partai-partai koalisi yang lain, terutama koalisi yang mendukung Prabowo, dalam perebutan pengaruh menuju 2029,” jelasnya.

Ia menambahkan, persaingan yang tadinya diprediksi baru akan memanas pada 2027, kini sudah mulai terasa sejak tahun ini. “Yang tadinya diperkirakan memanas pada 2027, kini dipercepat dengan safari politik Jokowi,” ujarnya.

Selamat juga menilai safari politik tersebut tidak hanya berdampak pada peta persaingan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan elite partai. PSI, menurutnya, sedang giat memperluas jaringan pengaruh ke berbagai lini, termasuk menyentuh struktur birokrasi.

Bukan Sekadar Kursi Presiden

Lebih jauh, Selamat menekankan bahwa yang dipertaruhkan dalam kontestasi ini bukan hanya kursi presiden. Ada hal yang lebih mendasar: akses terhadap jaringan politik dan sumber daya kekuasaan. “Safari politik ini juga membuat elite khawatir akan digarap oleh PSI. Yang diperebutkan bukan hanya soal kursi presiden semata, tetapi juga akses terhadap jaringan politik. Nah, ini kan sedang menyebar jaring,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, PSI dapat mendekati berbagai kelompok strategis dengan menawarkan prospek akses terhadap sumber daya di masa depan. “Kalau dekat dengan saya, kalau anak saya jadi presiden, akan ada sumber daya yang bisa Anda dapatkan. Itu bagian dari upaya membangun jaringan politik,” pungkasnya.

PSI Berpotensi Jadi “Musuh Bersama”

Karena itulah, Selamat berpandangan bahwa PSI berpotensi dipersepsikan sebagai ancaman bersama oleh partai-partai lain, terutama jika terus memperkuat basis politiknya. “PSI bisa menjadi musuh bersama karena saat ini mereka sedang membangun jaringan politik dan juga sumber-sumber kekuasaan, termasuk menyentuh birokrasi,” jelasnya.

Di tengah situasi ini, para pengamat dan pelaku politik akan terus memantau bagaimana langkah PSI ke depan. Apakah partai yang identik dengan anak muda ini benar-benar akan menjadi pemain kunci dalam kontestasi 2029, atau justru memicu gesekan baru di antara koalisi yang ada. Waktu yang akan menjawab.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar