PARADAPOS.COM - Garda Pemuda Generasi Indonesia Bersatu untuk Rakyat dan Nusantara (GP-Gibran) tengah menggelar konsolidasi internal secara masif. Kelompok relawan ini secara terbuka mendorong Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2029. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat pusat dan daerah, guna membangun momentum politik jangka panjang.
Di lapangan, konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ribuan relawan dari berbagai provinsi terlibat dalam rapat koordinasi bertahap, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan menjadi beberapa wilayah yang sudah aktif bergerak. Mereka menyusun strategi untuk menyatukan kekuatan pemuda pendukung Gibran dari seluruh penjuru negeri.
Membangun Momentum untuk 2029
Menurut koordinator GP-Gibran, konsolidasi ini bertujuan menyatukan kekuatan pemuda pendukung Gibran dari berbagai wilayah. Mereka ingin membangun momentum politik jangka panjang, bukan sekadar mendukung program pemerintahan saat ini.
“Kami berkonsolidasi bukan hanya untuk mendukung program pemerintahan saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi mendatang. Bangsa ini membutuhkan pemimpin muda visioner seperti Mas Gibran untuk melanjutkan pembangunan Indonesia Emas 2045,” ujar salah satu inisiator GP-Gibran dalam keterangan tertulis yang diterima media, Jumat (3/7/2026).
Para relawan menilai Gibran memiliki modal yang kuat. Rekam jejaknya sebagai Wali Kota Solo yang sukses, pengalaman sebagai Wakil Presiden, serta kedekatannya dengan generasi muda dan milenial menjadi alasan utama. Mereka juga menekankan pentingnya kepemimpinan berkelanjutan dari era Presiden Joko Widodo ke Prabowo-Gibran, dan selanjutnya.
Sikap Gibran dan Dinamika Politik
Hingga saat ini, Gibran Rakabuming Raka sendiri belum memberikan respons resmi terhadap dorongan relawan ini. Sebagai Wakil Presiden, ia fokus pada tugas negara mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pihak Istana dan Partai Gerindra selaku pendukung utama pemerintahan juga belum memberikan komentar resmi. Beberapa kader Gerindra menegaskan bahwa hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran tetap harmonis dan solid.
Wacana Gibran maju sebagai Capres 2029 semakin hangat dibicarakan sejak awal 2026. Beberapa analis politik menilai peluang Gibran cukup terbuka, terutama setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus ambang batas presidential threshold. Namun, tantangan politik internal koalisi dan dinamika partai politik tetap menjadi faktor penentu.
Konsolidasi relawan GP-Gibran ini menambah daftar kelompok pendukung yang ingin mendorong Gibran ke level lebih tinggi. Gerakan serupa sebelumnya juga muncul dari kelompok Laskar Gibran dan relawan lainnya di berbagai daerah. Perkembangan lebih lanjut akan sangat bergantung pada sikap Gibran sendiri serta arah kebijakan pemerintahan saat ini. Publik pun menanti apakah dorongan relawan ini akan menjadi gerakan organik yang besar atau hanya fenomena sementara menjelang Pemilu 2029.
Artikel Terkait
Safari Politik Jokowi Bersama PSI Dinilai Percepat Persaingan Elite Jelang Pemilu 2029
Safari Politik Jokowi Bersama PSI Dinilai Berpotensi Picu Faksionalisme di Lingkaran Elite Pemerintahan
Analis Nilai Jokowi Enggan Lepas Kekuasaan, dari Wacana Tiga Periode hingga Dorong Gibran Maju Pilpres
Wacana Tiga Partai Parlemen untuk Usung Capres Dinilai Berpotensi Tersingkirkan Tokoh Potensial