Konsumsi Pertalite di Jawa Timur Melonjak 14 Persen Imbas Kenaikan Harga BBM dan Libur Sekolah

- Jumat, 03 Juli 2026 | 17:25 WIB
Konsumsi Pertalite di Jawa Timur Melonjak 14 Persen Imbas Kenaikan Harga BBM dan Libur Sekolah
PARADAPOS.COM - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, melaporkan lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Jawa Timur mencapai 14 persen setelah kenaikan harga BBM non subsidi, yang bertepatan dengan masa libur sekolah. Fenomena ini diperkirakan akan terus meningkat hingga menyentuh angka 21 persen pada akhir tahun. Peningkatan konsumsi terpantau tidak merata di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dengan variasi antara 15 hingga 25 persen tergantung pada jalur lalu lintas.

Pemicu Lonjakan Konsumsi Pertalite

Kenaikan konsumsi Pertalite di Jawa Timur tidak hanya dipicu oleh pergeseran permintaan dari BBM non subsidi yang harganya naik. Momen libur sekolah juga menjadi faktor pendorong utama. Berdasarkan proyeksi BPH Migas, konsumsi di wilayah Jawa Timur hingga akhir tahun nanti diperkirakan melonjak hingga 21,1 persen. “Pada saat puncak-puncak ini libur sekolah ini long weekend ya kan, terjadi kenaikan untuk distribusi Pertalite ini ada kenaikan sekitar 14% namun beda-beda tiap SPBU tergantung jalurnya ada yang 15 persen, ada yang 25 persen dan lain-lain,” jelas Wahyudi Anas dalam tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Jumat, 3 Juli 2026.

Dampak pada Sektor Penerbangan

Di sisi lain, peningkatan konsumsi juga terjadi pada BBM jenis Avtur. Kenaikan tercatat di sejumlah bandara di Jawa Timur, seperti Bandara Juanda, Bandara Malang, Kediri, dan Bandara Banyuwangi. Konsumsi Avtur di titik-titik tersebut mengalami kenaikan hingga 5 persen selama periode liburan sekolah.

Kesiapan Pasokan BBM

Menghadapi lonjakan permintaan ini, pemerintah melalui BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga terus menyiapkan pasokan BBM. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap lancar dan mendukung mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar