PARADAPOS.COM - Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi mengakhiri kerja sama dengan Julian Nagelsmann setelah tim nasional gagal total di Piala Dunia 2026. Kini, perhatian publik sepak bola Jerman tertuju pada satu nama besar: Jurgen Klopp. DFB mengonfirmasi telah menjalin komunikasi dengan pelatih asal Jerman itu untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Nagelsmann.
Keputusan Bulat di Balik Layar
Proses perpisahan dengan Nagelsmann berlangsung cepat. Perwakilan pemegang saham dan dewan pengawas DFB GmbH & Co. KG menggelar rapat tertutup. Hasilnya, mereka sepakat secara bulat untuk mengakhiri kontrak pelatih berusia 38 tahun itu. Keputusan ini diambil atas usulan langsung Presiden DFB, Bernd Neuendorf.
Nagelsmann sendiri yang meminta dibebaskan dari tugasnya. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan rahasia sehari sebelumnya. Ia mengaku butuh waktu berhari-hari untuk berpikir sejak Jerman tersingkir di babak 32 besar. Ia juga telah berbicara dengan teman, keluarga, dan pihak internal federasi.
"Sungguh berat bagi saya untuk mengambil keputusan ini. Prioritas utama saya adalah kesuksesan tim," ungkap Nagelsmann dalam pernyataannya.
Klopp: Antara Isyarat dan Harapan Baru
DFB tidak membuang waktu. Begitu kabar kepergian Nagelsmann merebak, mereka langsung bergerak. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat, 3 Juli 2026, DFB mengakui telah mengupayakan pembicaraan dengan Jurgen Klopp.
"Terkait penunjukan pelatih baru, pimpinan DFB kini akan berupaya melakukan pembicaraan dengan Jurgen Klopp. Ia telah mengisyaratkan kesediaannya untuk mengambil posisi tersebut," tulis DFB dalam pernyataan resmi.
Nama Klopp memang sudah lama dikaitkan dengan kursi pelatih timnas Jerman. Pengalamannya menangani Borussia Dortmund dan Liverpool membuatnya dianggap sebagai figur ideal untuk membangkitkan kembali kejayaan Der Panzer.
Ucapan Terima Kasih untuk Nagelsmann
Meski berpisah, DFB tetap memberikan penghormatan kepada Nagelsmann. Bernd Neuendorf secara khusus menyampaikan apresiasi atas kerja keras pelatih yang menangani tim sejak September 2023 itu.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Nagelsmann. Ia memiliki komitmen tinggi dan ambisi yang luar biasa besar. Ia juga merupakan pribadi yang sangat bertanggung jawab dan tulus yang sangat kami hargai," ujar Neuendorf.
Nagelsmann pun membalas dengan nada yang sama. Ia berterima kasih kepada seluruh staf pelatih, tim pendukung, dan semua orang di federasi yang mendukungnya. Ia juga menyebut para pemain yang sempat dilatihnya sebagai pengalaman berharga.
"Setelah kekecewaan yang begitu pahit, mereka pantas mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali," katanya.
Kekecewaan yang Mendalam
Suasana di kamp Jerman pasca-Piala Dunia 2026 memang berat. Tim yang pernah menjadi juara dunia empat kali itu harus angkat koper lebih awal. Nagelsmann mengakui rasa sakit itu masih membekas.
"Sungguh menyakitkan bagi saya bahwa kami mengecewakan kalian dan tidak dapat memberikan kalian malam-malam sepak bola yang lebih berkesan di Piala Dunia ini. Kalian pantas mendapatkan lebih banyak lagi," ujarnya, menyapa para penggemar.
Gerbang Perubahan di Tubuh DFB
Kepergian Nagelsmann bukan satu-satunya perubahan di tubuh federasi. Kedua asistennya, Benjamin Gluck dan Benjamin Hubner, juga ikut meninggalkan DFB. Direktur olahraga Andreas Rettig pun sudah menyatakan tidak akan memperpanjang kontraknya karena alasan pribadi.
Ini menjadi momen transisi besar bagi sepak bola Jerman. Dengan Klopp yang kini menjadi target utama, publik menanti langkah selanjutnya. Akankah pelatih berambut ikal itu akhirnya menerima tantangan membangun kembali timnas Jerman dari puing-puing kekecewaan?
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemerintah Genjot Food Estate Kalteng dengan Pendekatan Baru, Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor
Ribuan Suporter Prancis Padati Stadion Philadelphia, Optimis Mbappe Bawa Kemenangan atas Paraguay
Prancis Kehilangan Tchouameni karena Cedera, Duet Kone-Rabiot Jadi Andalan Hadapi Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026
Alexandra Eala Ciptakan Sejarah, Singkirkan Iga Swiatek di Babak Ketiga Wimbledon