Pemerintah Jamin Pupuk dan Bibit Gratis untuk Petani Program Cetak Sawah Rakyat

- Jumat, 03 Juli 2026 | 18:50 WIB
Pemerintah Jamin Pupuk dan Bibit Gratis untuk Petani Program Cetak Sawah Rakyat
PARADAPOS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengumumkan bahwa petani yang tergabung dalam program Cetak Sawah Rakyat akan menerima pupuk dan bibit gratis dari pemerintah. Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas lahan tanam padi guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengumuman tersebut disampaikan saat KSP meninjau langsung lahan cetak sawah di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Jaminan Pupuk dan Bibit Gratis untuk Petani

Di tengah hamparan lahan yang mulai diolah, Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah terhadap para petani. Ia menyatakan bahwa selain menjamin ketersediaan pupuk dan bibit secara cuma-cuma, pemerintah juga akan memberikan pendampingan intensif. “Pendampingan akan berlangsung selama tiga kali musim tanam pertama agar lahan dapat menghasilkan panen optimal,” ujarnya.

Pendampingan dan Monitoring Ketat

Program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan awal. Petugas penyuluh lapangan akan memonitor perkembangan tanaman secara berkala. Mereka juga akan melakukan evaluasi produktivitas lahan secara berkelanjutan. KSP mendorong Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian di daerah untuk mempercepat proses konstruksi fisik cetak sawah. Targetnya jelas: dari tahap konstruksi, penanaman, hingga panen harus berjalan efisien.

Mitigasi Risiko dan Pengurusan Dokumen

Pemerintah juga tidak mengabaikan aspek legalitas lahan. Kementerian dan lembaga terkait diminta untuk memitigasi risiko tumpang tindih status kepemilikan lahan. Selain itu, pengurusan izin dokumen lingkungan juga harus segera dirampungkan agar tidak menghambat jalannya program. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan program Cetak Sawah Rakyat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani serta ketahanan pangan nasional.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar