Beberapa alasan yang dikemukakan termasuk ketidakpantasan perilaku, ancaman kekerasan, dan akhlak yang dianggap tidak mencerminkan seorang pemimpin BUMD.
Sebagai Komisaris Transjakarta, publik menuntut pertanggungjawaban dan etika yang lebih tinggi dari Ainul Yaqin.
Rekaman Orasi Kontroversial
Kontroversi ini berawal dari rekaman orasi Ainul Yaqin yang mengenakan jaket Ansor, dimana dia mengancam akan "menggorok leher" siapapun yang menghina kiai dan ulama.
Dia juga menyebut bahwa halal darah mereka yang menghina ulama, dengan mengacu pada peristiwa sejarah penggorokan leher PKI oleh Banser.
Profil dan Jabatan Ainul Yaqin
Selain sebagai Komisaris PT Transjakarta, Muhammad Ainul Yaqin juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor DKI Jakarta dan tenaga ahli Menteri Agama RI. Latar belakangnya sebagai hafizh Quran 30 juz semakin menambah kontroversi pernyataannya.
Insiden ini memicu diskusi publik tentang etika pejabat publik dan penggunaan retorika kekerasan dalam berorasi.
Artikel Terkait
Siapa Ayah Kandung Ressa Rossano? Denada Akui Anak, Adjie Pangestu Bantah
Prilly Latuconsina Kerja Jadi Sales di Summarecon Mall Bekasi, Ini Kisahnya
Analisis Lengkap: Perbedaan Agenda Kapolri Listyo Sigit dan Jokowi sebagai Pejuang
Viral Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora, Identitas Pelaku Terungkap!