Lonjakan Kekayaan Arief Rosyid: Harta Naik Hampir 2 Kali Lipat Saat Jabat Komisaris BSI
Muhammad Arief Rosyid Hasan, Wakil Ketua Umum AMPI, menjadi sorotan setelah pernyataannya membela Ketum Golkar Bahlil Lahadalia viral. Namun, sorotan lain datang dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang menunjukkan peningkatan kekayaan fantastis selama ia menjabat di BUMN.
Jejak Karier Arief Rosyid: Dari HMI ke Komisaris BSI
Karier Arief Rosyid berawal dari organisasi, sebagai Ketua Umum PB HMI (2013-2015). Peta kariernya menanjak setelah dipercaya menjadi Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Sejak itu, ia kerap menduduki posisi strategis di BUMN.
Pada 2020, Arief diangkat sebagai Komisaris PT Bank Syariah Mandiri. Selanjutnya, pada 2021, ia ditetapkan sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) hingga mengundurkan diri pada 2023.
Rincian Lonjakan Kekayaan Arief Rosyid dalam LHKPN
Data LHKPN yang dilaporkan ke KPK mengungkap peningkatan kekayaan Arief Rosyid hampir dua kali lipat dalam setahun, tepatnya selama masa jabatannya di BSI.
Berikut perbandingan detail kekayaannya:
- Total Kekayaan 2021 (Lapor 31 Maret 2022): Rp1.656.099.445
- Total Kekayaan 2022 (Lapor 31 Maret 2023): Rp3.306.190.725
- Selisih Kenaikan: Rp1.650.091.280 (99,64%)
Aset dan Kewajiban yang Dilaporkan
Kenaikan signifikan terutama didorong oleh peningkatan aset finansial:
- Kas dan Setara Kas: Melonjak dari Rp1.176.350.077 (2021) menjadi Rp2.737.494.795 (2022).
- Surat Berharga: Naik dari Rp97.811.919 menjadi Rp168.695.930.
- Kendaraan: Satu unit Toyota Fortuner/Jeep senilai Rp400 juta.
- Tanah/Bangunan: Tidak dilaporkan dalam kedua periode.
- Utang: Kewajiban utang yang sebelumnya Rp18.062.551 pada 2021 menjadi nihil (0) pada 2022.
Pernyataan Viral dan Klarifikasi Arief Rosyid
Sorotan publik pada Arief Rosyid awalnya dipicu pernyataannya di acara bedah buku yang viral: "Jangankan benar, salah pun kita bela." Pernyataan ini menuai kritik karena dianggap mencerminkan fanatisme buta.
Arief kemudian memberikan klarifikasi bahwa ucapannya tidak dimaksudkan secara harfiah. "Sebagai anggota organisasi, saya punya kewajiban membela marwah ketua umum di publik, tetapi mengingatkan di dalam organisasi. Bang Bahlil adalah senior yang respek jika diingatkan," jelasnya.
Lonjakan kekayaan ini, yang tercatat resmi dalam LHKPN, menjadi perhatian publik seiring dengan peran politik dan posisinya di sejumlah BUMN strategis.
Artikel Terkait
Dokumen Wawancara Saksi Kunci Kasus Epstein Dilaporkan Hilang dari Arsip Kehakiman AS
Ibu Tiri di Sukabumi Jadi Tersangka Penganiayaan hingga Tewaskan Anak Tirinya
GMNI Pertanyakan Transparansi Impor Pick Up Mahindra Usai Ribuan Unit Tiba di Priok
Menkeu Purbaya Perintahkan Pengembalian Dana LPDP Rp3,6 Miliar ke Eks Penerima Beasiswa