Kasus Child Grooming di Bogor: Gadis 13 Tahun Hilang Dibawa Pria Dewasa via TikTok

- Kamis, 15 Januari 2026 | 07:50 WIB
Kasus Child Grooming di Bogor: Gadis 13 Tahun Hilang Dibawa Pria Dewasa via TikTok
Kasus Child Grooming di Bogor: Gadis 13 Tahun Hilang Dibawa Kabur Pria Dewasa - Kronologi Lengkap

Kasus Child Grooming di Bogor: Gadis 13 Tahun Hilang Dibawa Kabur Pria Dewasa

Sebuah kasus dugaan child grooming viral di media sosial setelah seorang gadis muda di Bogor dilaporkan hilang. Korban bernama Suci Triana (13 tahun) dikabarkan menghilang dari rumahnya sejak Sabtu, 10 Januari 2026.

Keluarga korban menyatakan kecemasan yang mendalam, karena Suci diduga menjadi korban child grooming dan dibawa kabur oleh seorang pria dewasa. Child grooming sendiri adalah tindakan manipulasi psikologis bertahap oleh predator untuk membangun kepercayaan anak dengan tujuan eksploitasi.

Kronologi Hilangnya Suci Triana

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari postingan viral aktivis Bogor, Ronald Sinaga, berikut kronologi kejadian:

  • Suci diduga pergi bersama pria berusia sekitar 25-30 tahun ke tempat yang tidak diketahui.
  • Mereka dikenalkan pertama kali melalui aplikasi TikTok.
  • Anak majikan keluarga Suci menyatakan, "Anak ini hilang dibawa kabur sama cowok umur 25-30 an. Awal kenal di TikTok sama cowo ini, trus diajak ketemuan dari hari Sabtu kemarin, enggak ada kabar."

Bukti CCTV dan Posisi Terakhir

Sebelum hilang, Suci sempat terekam kamera CCTV. Rekaman menunjukkan Suci berada di sebuah bangunan pada Sabtu sekitar pukul 14.26 WIB. Setelah menunggu sebentar, ia terlihat berjalan bersama seorang pria yang mengenakan hoodie. Pria tersebut terlihat memberikan kartu kepada seseorang sebelum mereka pergi.

Hingga berita ini ditulis, Suci masih belum ditemukan. Posisi terakhir ponselnya, berdasarkan pelacakan polisi, berada di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah.

Child Grooming: Modus dan Cara Mewaspadai

Isu child grooming ramai diperbincangkan publik, salah satunya terkait buku karya Aurelie Moeremans berjudul "Broken Strings". Buku tersebut mengungkap pengalamannya sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun.

Child grooming adalah proses bertahap. Pelaku biasanya membangun hubungan dengan berpura-pura menjadi teman atau figur yang dapat dipercaya. Berikut beberapa modus child grooming yang perlu diwaspadai orang tua:

1. Berpura-pura Menjadi Teman

Pelaku akan menunjukkan simpati dan membangun hubungan pertemanan yang baik dengan anak, seringkali dengan menunjukkan minat yang sama.

2. Memanfaatkan Media Sosial

Pelaku aktif membangun komunikasi intensif dengan korban melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, atau Facebook.

3. Memanfaatkan Game Online

Di era digital, game online sering dijadikan sarana untuk berinteraksi dan menyembunyikan identitas asli pelaku.

4. Menunjukkan Kepedulian dan Menawarkan Bantuan

Pelaku kerap menawarkan bantuan atau menjadi tempat curhat saat anak mengalami masalah, sehingga menciptakan ikatan dan rasa "hutang budi" pada korban.

Kasus Suci Triana ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak di dunia maya dan mengenali tanda-tanda potensi child grooming sejak dini.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar