Temuan data smartwatch ini memunculkan dugaan kuat adanya pergerakan fisik dari pagi hingga malam hari, setelah pesawat rute Yogyakarta–Makassar yang membawa 10 orang tersebut dinyatakan hilang kontak pada Sabtu lalu.
Keluarga menyebut data tersebut sebagai harapan baru di tengah penantian panjang. Mereka mendesak agar proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara maksimal serta dengan penuh kehati-hatian.
Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) Mohammad Syafii mengakui tantangan cuaca di lokasi kejadian. Cuaca di Gunung Bulusaraung masih tidak menentu, dengan hujan dan angin kencang yang menghambat operasi SAR gabungan.
"Kita berupaya dengan situasi yang ada kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan yang kita hadapi saat ini, alam dan cuaca," ucap Syafii. Meski demikian, pencarian terus difokuskan di empat sektor, mulai dari puncak gunung hingga lereng arah Kabupaten Maros.
Artikel Terkait
Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Masih Aktif, Catat 4000 Langkah Setelah Kecelakaan ATR 42-500
Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK: Dugaan Fee Proyek, CSR, dan Kekayaan Rp16,9 Miliar
Timothy Ronald Dilaporkan Lagi ke Polisi: Agnes Stefani Rugi Rp1 Miliar dari Dugaan Penipuan Crypto
Kiai Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Sebut Membiarkan Itu Haram