Analisis Kontroversi Ijazah Jokowi: Pertanda Perubahan Kekuatan Politik?
Oleh: Erizal (Direktur ABC Riset & Consulting)
Meski secara penampilan terlihat masih solid, analisis politik menunjukkan bahwa kekuatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diklaim telah mengalami pengurangan signifikan dibandingkan masa sebelumnya. Indikatornya terlihat dari berbagai perkembangan hukum dan politik yang mengelilingi kontroversi ijazahnya.
Perubahan Sikap Institusi dan Proses Hukum
Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang awalnya melarang pembukaan ijazah, akhirnya dibatalkan oleh KPU sendiri. Lebih lanjut, putusan Komisi Informasi Publik (KIP) menegaskan bahwa ijazah pencalonan seseorang merupakan dokumen publik, bukan dokumen pribadi yang rahasia. Perkara pengadilan terkait ijazah Jokowi, yang sebelumnya sering ditolak, kini juga telah berlangsung di Solo.
Penyelidikan Bareskrim dan Kriminalisasi
Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa ijazah yang ditampilkan Jokowi 'identik'. Namun, posisi penampakan dokumen dinilai tidak jelas dan hanya berupa fotokopi, bukan dokumen asli. Setelah kesimpulan itu, Bareskrim menutup laporan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Sebaliknya, Polda Metro Jaya justru melakukan penyelidikan dan menetapkan tersangka terhadap Roy Suryo dan kawan-kawan.
Artikel Terkait
Bahaya Whip Pink: Kandungan, Dampak pada Jantung & Paru-Paru Menurut Ahli
Podgeter Adalah Narkoba? Ini Bahaya, Perbedaan dengan Vape, dan Peringatan DJ Dinar Candy
Arief Muhammad Kecam Penyebaran Surat Kematian Lula Lahfah yang Viral di Medsos
Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Penjambret Tas Istri: Analisis Hukum & Komentar Pengamat