AS Kerahkan KC-135R & C-17A ke Qatar dan Kuwait, Eskalasi Militer di Timur Tengah Meningkat

- Senin, 26 Januari 2026 | 00:25 WIB
AS Kerahkan KC-135R & C-17A ke Qatar dan Kuwait, Eskalasi Militer di Timur Tengah Meningkat
AS Kerahkan Pesawat Militer ke Timur Tengah: KC-135R dan C-17A Dikirim ke Qatar & Kuwait

AS Kerahkan Pesawat Militer ke Timur Tengah: KC-135R dan C-17A Dikirim ke Qatar & Kuwait

PARADAPOS.COM - Amerika Serikat (AS) meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan setidaknya tiga pesawat Angkatan Udara dari Jerman. Pengiriman pesawat militer AS ke Kuwait dan Qatar ini terjadi dalam dua hari terakhir, mengindikasikan eskalasi ketegangan di kawasan.

Pelacakan Penerbangan Ungkap Pergerakan Pesawat AS

Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mengungkap pergerakan pesawat militer AS. Pada Minggu (25/1/2026), sebuah pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker mendarat di Qatar. Pesawat ini diduga berangkat dari Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.

Sehari sebelumnya, Sabtu (24/1/2026), dua pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III tercatat mendarat di Kuwait. Satu pesawat berangkat dari Trier, Jerman, dan pesawat lainnya dari Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman, sebelum menghilang dari radar di wilayah selatan Kuwait.

Pengerahan Pasukan dan Sistem Pertahanan Udara

Selain pesawat pengangkut dan tanker, data penerbangan juga menunjukkan pergerakan pesawat Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain menuju Kuwait. Laporan dari The Wall Street Journal menambahkan bahwa AS juga mengerahkan jet tempur F-15E dan mengarahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah Timur Tengah.

Pengerahan ini diperkuat dengan sistem pertahanan udara tambahan, termasuk baterai rudal Patriot dan THAAD, untuk memperkuat posisi pertahanan AS dan sekutunya di kawasan.

Latar Belakang Ketegangan AS-Iran

Pergerakan militer ini terjadi setelah pernyataan Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang menyatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak mendekati Iran untuk berjaga-jaga. Trump berulang kali menyampaikan ancaman serangan militer terhadap Iran, meski berharap hal tersebut tidak terjadi.

Ketegangan antara AS dan Iran telah memanas dalam beberapa waktu terakhir, dengan pengerahan militer ini dipandang sebagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan konflik lebih lanjut di Timur Tengah.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar