Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza

- Kamis, 29 Januari 2026 | 13:50 WIB
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza

Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Siasat Licik Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza

PARADAPOS.COM – Tokoh Muhammadiyah Anwar Abbas mengingatkan Presiden RI Prabowo Subianto agar berhati-hati dengan siasat licik Israel dan Amerika Serikat dalam lembaga Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Lembaga yang digagas mantan Presiden AS Donald Trump itu dinilai berpotensi menjadi akal bulus untuk melegitimasi pencaplokan wilayah Palestina. Abbas menegaskan, Indonesia harus memastikan terlebih dahulu komitmen nyata Israel untuk menyerahkan wilayah pendudukan dan mengakui kedaulatan Palestina sebelum memutuskan bergabung.

Kemerdekaan Palestina Semakin Jauh dari Kenyataan

Menurut Anwar Abbas, berdasarkan fakta dan perjalanan gencatan senjata, kemungkinan Israel menyerahkan Gaza dan mengakui Palestina merdeka sangatlah kecil. "Apakah ada jaminan Gaza akan dikembalikan kepada Palestina dan Palestina diakui sebagai negara yang berdaulat? Berdasarkan fakta selama ini, hal itu sangat tidak mungkin terjadi," ujarnya seperti dikutip Tribunnews.com, Kamis (29/1/2026).

Abbas menduga, dalih keamanan akan terus digunakan Israel dan AS untuk mempertahankan pendudukan. Skenario ancaman keamanan dari perlawanan rakyat Palestina bisa dengan mudah dibuat untuk menunda atau menolak penyerahan Gaza.

Cita-Cita Israel Raya dan Pertimbangan bagi Indonesia

Abbas meyakini Israel tidak akan menyerahkan sejengkal pun tanah Palestina yang didudukinya, karena terkait dengan cita-cita pendirian "Israel Raya". Oleh karena itu, ia meminta Presiden Prabowo mempertimbangkan ulang keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut.

"Pandangan tersebut seharusnya menjadi pertimbangan serius bagi Indonesia sebelum ikut dalam skema pendanaan Dewan Perdamaian Gaza, agar kepedulian kemanusiaan tidak justru dimanfaatkan sebagai legitimasi politik pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Halaman:

Komentar