Pintu Keluar Terbuka Jika Tidak Ada Maslahat
Poin krusial lainnya yang disampaikan adalah jaminan dari Presiden Prabowo bahwa Indonesia membuka opsi untuk menarik diri dari keanggotaan BoP jika di kemudian hari ditemukan kebijakan atau arah dewan yang dinilai tidak menguntungkan dan tidak membawa maslahat bagi perjuangan Palestina.
"Kan ada janji kalau memang tidak bermaslahat akan keluar. Nah itu dia," tegas Ketua Umum MUI tersebut.
MUI Awalnya Kritik, Kini Dukung Setelah Ada Kejelasan
Anwar Iskandar juga mengakui bahwa sebelumnya MUI sempat menyampaikan kritik atas wacana keterlibatan Indonesia di BoP. Namun, kritik tersebut bersifat prinsipil dan konstruktif, tetap berlandaskan pertimbangan maslahat dan mudharat.
"Kita memang mengkritik kalau memang tidak maslahat," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa dukungan yang kini diberikan MUI adalah hasil dari dialog dan klarifikasi komitmen yang diperoleh langsung dari Presiden Prabowo.
Dengan dukungan resmi dari lembaga otoritatif keagamaan seperti MUI, langkah politik luar negeri Indonesia dalam konflik Palestina melalui Dewan Perdamaian Gaza ini mendapatkan legitimasi yang kuat dari perspektif keumatan dan kebangsaan.
Artikel Terkait
Strategi Politik Jokowi Menurut Analis: Rahasia Tak Terkalahkan ala Sun Tzu
Ressa Rizky Rossano Dituding Tak Akui Anak, Mantan Istri Bongkar Fakta Pernikahan
Profil Roestriana Adrianti: Mantan Istri Riza Chalid, Eks Bos KidZania & Latar Belakang Keluarga
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files Ungkap Fakta Pandemi