PARADAPOS.COM - Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Fauzan Akbar, siswa kelas 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah video dirinya diolok-olok di media sosial viral. Dalam rekaman yang diambil di sebuah penyeberangan sungai, seorang wanita menertawakan dan menyebut penampilannya "kampungan". Ironisnya, pakaian yang dikenakan Fauzan ternyata merupakan hadiah terakhir dari almarhumah ibunya untuk Hari Raya Idulfitri.
Detik-Detik yang Terekam dan Latar Belakang Keluarga
Peristiwa penghinaan itu terjadi di Tangkahan Penyeberangan Sungai Berombang. Video yang beredar luas menunjukkan Fauzan dengan setelan sederhana: kaus berkerah, celana pendek, kaus kaki, dan sepatu. Tak hanya wanita yang memakai helm, suara di balik kamera juga terdengar ikut mengolok-olok remaja tersebut.
Menurut kakak Fauzan, Mardiah Rambe, kejadian sebenarnya telah berlalu beberapa waktu, namun baru ramai dibicarakan dalam tiga hari terakhir. Ia pun mengungkapkan makna mendalam di balik pakaian yang dikenakan adiknya.
"Fauzan merasa sedih dan minder, namun kami sebagai keluarga memberikan semangat kepadanya," tutur Mardiah, menjelaskan dampak psikologis yang dialami sang adik.
Lebih lanjut, Mardiah menegaskan bahwa pakaian itu adalah pemberian ibu mereka jelang Lebaran, sekaligus hadiah perpisahan sebelum sang ibu wafat tepat pada malam takbiran. Ungkapan terima kasih juga ia sampaikan kepada publik yang telah memberikan perhatian dan dukungan.
Dukungan dan Pendampingan untuk Pemulihan Korban
Merespon viralnya kasus ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Labuhanbatu, Agun Noto, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan. Langkah ini diambil untuk memulihkan semangat Fauzan yang sempat enggan kembali ke sekolah akibat rasa malu.
"Kakak-kakaknya Fauzan mendatangi kami untuk meminta pendampingan atas video viral pembullyan. Kami berharap Fauzan bisa kembali normal," jelas Agun mengenai inisiatif keluarga mencari bantuan.
Gelombang Simpati dan Bantuan dari Berbagai Pihak
Kisah mengharukan di balik ejekan itu berhasil menyentuh hati banyak orang. Gelombang simpati pun berubah menjadi aksi nyata. Sejumlah pihak, termasuk Polres Labuhanbatu bersama pemerintah daerah dan salah satu pusat perbelanjaan setempat, berinisiatif menjenguk Fauzan. Mereka memberikan bantuan serta hadiah, termasuk pakaian baru, sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas untuk membangkitkan kembali kepercayaan dirinya.
Artikel Terkait
WHO Laporkan Varian Baru Covid-19 Cicada Menyebar ke 23 Negara, Ahli Peringatkan Potensi Masuk Indonesia
Gempa M7,6 Guncang Sulut, Picu Tsunami 0,75 Meter dan Rusak Bangunan di Ternate
Sekutu Eropa Tolak Dukungan Militer, Trump Kecam sebagai Tidak Tahu Terima Kasih
Gempa M 7,6 Picu Peringatan Tsunami, Gelombang 0,75 Meter Tercatat di Maluku Utara