Ratusan Warga Takalar Ricuh di Kantor Bupati, Tolak Proyek Kawasan Industri yang Ancam Petani Rumput Laut

- Rabu, 29 April 2026 | 05:25 WIB
Ratusan Warga Takalar Ricuh di Kantor Bupati, Tolak Proyek Kawasan Industri yang Ancam Petani Rumput Laut

PARADAPOS.COM - Ratusan warga yang menolak rencana pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menggelar aksi demonstrasi yang berujung ricuh di depan Kantor Bupati Takalar pada Selasa, 28 April 2026. Massa yang kecewa karena tidak kunjung ditemui oleh Bupati Mohammad Firdaus akhirnya merobohkan pagar dan menerobos masuk ke area perkantoran. Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran warga, khususnya para petani rumput laut di Desa Laikang, yang merasa mata pencaharian mereka terancam oleh proyek tersebut.

Suasana di lokasi sempat memanas sejak siang hari. Para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Masyarakat Laikang datang dengan membawa berbagai poster dan spanduk penolakan. Orasi demi orasi mereka lantunkan, namun tak kunjung ada respons langsung dari pihak bupati. Ketegangan pun tak terhindarkan.

Massa yang sudah berjam-jam menunggu akhirnya kehilangan kesabaran. Mereka merusak pagar pembatas dan berupaya menerobos masuk hingga ke ruang kerja bupati. Aparat keamanan yang berjaga sempat berupaya menghalau laju massa, namun eskalasi kemarahan sudah sulit dibendung.

“Kenapa kami menerobos karena ini adalah kemarahan masyarakat,” kata Nasrun, salah satu demonstran di lokasi, dengan nada tinggi saat ditemui di tengah kerumunan.

Menurut para pengunjuk rasa, proyek kawasan industri yang direncanakan di Desa Laikang dinilai akan merusak ekosistem pesisir yang menjadi sumber penghidupan utama mereka. Sebagian besar warga di sana menggantungkan hidup pada budidaya rumput laut, dan mereka khawatir aktivitas industri akan mencemari perairan serta mengusir mereka dari tanah leluhur.

Pembahasan di Tingkat Dewan Masih Berlangsung

Di tengah hiruk-pikuk aksi, Anggota Komisi I DPRD Takalar, Ahmad Nyengka, turun langsung menemui massa. Ia berusaha menenangkan situasi dan menyampaikan bahwa rencana pembangunan tersebut belum memasuki tahap final.

“Harapan kami kepada teman-teman aksi agar tetap mengawal tapi tetap tertib,” ujar Ahmad Nyengka di hadapan para demonstran.

Ia menegaskan bahwa proses pembahasan masih berlangsung di tingkat dewan dan belum ada keputusan definitif. Pihaknya pun meminta warga untuk terus mengawal proses tersebut dengan cara yang damai dan tertib.

Aksi Sebelumnya dan Ancaman Aksi Lanjutan

Ini bukan kali pertama warga Desa Laikang turun ke jalan. Sebelumnya, aksi serupa juga telah digelar sebagai bentuk penolakan terhadap proyek yang sama. Namun, kali ini eskalasi ketegangan jauh lebih tinggi hingga berujung pada aksi perusakan.

Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Mereka menginginkan kepastian hukum dan kejelasan nasib dari pemerintah daerah. Situasi di Takalar pun masih terus dipantau, mengingat potensi gesekan antara warga dan aparat masih terbuka lebar.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar