PARADAPOS.COM - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memindahkan Ammar Zoni bersama empat warga binaan lainnya dari Lapas Narkotika Jakarta ke Lapas Karang Anyar, Nusakambangan, pada Kamis (8/5/2026) malam. Kelima narapidana, yang terjerat dalam perkara yang sama, dibawa dalam kondisi tangan dan kaki diborgol. Proses pemindahan ini merupakan bagian dari prosedur pengamanan dan pembinaan bagi narapidana dengan risiko tinggi.
Suasana di Lapas Narkotika Jakarta malam itu tampak berbeda. Petugas berjaga dengan ekstra waspada. Sekitar pukul 23.55 WIB, setelah melalui serangkaian proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan, rombongan mulai bergerak. Kelima warga binaan, termasuk Ammar Zoni, dikawal ketat oleh aparat gabungan.
Pengawalan Ketat dari Berbagai Pihak
Proses pengawalan melibatkan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, petugas Direktorat Pamintel Ditjenpas, personel TNI-Polri, serta petugas Lapas Narkotika Jakarta. Koordinasi lintas instansi ini menunjukkan betapa seriusnya penanganan kasus ini. Tidak ada celah yang dibiarkan, setiap langkah diawasi dengan saksama.
Kasubdit Kerjasama Ditjenpas, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa pemindahan dilakukan setelah seluruh prosedur administrasi rampung. "Proses pemindahan dilakukan pukul 23.55 WIB setelah para narapidana menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.
Tiba di Nusakambangan pada Jumat Pagi
Perjalanan panjang akhirnya berakhir di Pulau Nusakambangan. Rombongan tiba pada Jumat (9/5/2026) pukul 06.55 WIB. Mereka langsung ditempatkan di Lapas Super Maximum Security Nusakambangan, sebuah fasilitas dengan tingkat pengamanan tertinggi di Indonesia.
Setibanya di lokasi, petugas kembali melakukan serangkaian prosedur standar. Administrasi penerimaan, tes urine, dan pemeriksaan kesehatan dilakukan satu per satu. Proses serah terima narapidana berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Tidak ada perlakukan khusus, semua warga binaan diperlakukan sama.
Udara pagi di Nusakambangan terasa lembab. Dinding-dinding tinggi Lapas Super Maximum Security menyambut para penghuni barunya. Ammar Zoni dan keempat rekannya kini harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang jauh berbeda dari sebelumnya. Langkah-langkah mereka, yang masih diborgol, bergema di koridor sunyi menuju sel masing-masing.
Artikel Terkait
Vanessa Nabila Kembali Jadi Sorotan Usai Ikut Mangkunegaran Run 2026
Guru Ngaji di Surabaya Tersangka Cabuli Tujuh Santri di Pesantren Akhir Pekan
Pria di Makassar Cabuli Adik Kandung hingga Hamil 3 Bulan, Polisi Amankan Pelaku
Polisi Siagakan Brimob di Jakarta Barat, Konferensi Pers Pengungkapan Judi Online Jaringan Internasional Disiapkan