Fasilitas di Atas Standar untuk Tuan Rumah
Bobby menegaskan bahwa persiapan venue menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah kota dan kabupaten menjadi kunci agar setiap detail penyelenggaraan berjalan mulus. Ia tidak ingin hanya sekadar memenuhi syarat minimum, tetapi memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain dan official yang datang.
"Tentunya kita akan memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya, bahkan kita usahakan sepenuhnya di atas layak. Pemerintah kota dan kabupaten bekerja bersama untuk menyukseskan event besar ini," kata Bobby Nasution di sela-sela acara.
Suasana di aula kantor gubernur sore itu terasa sibuk namun terorganisir. Para perwakilan federasi sepak bola dari berbagai negara tampak antusias mengikuti proses undian. Di sudut ruangan, sejumlah staf teknis masih sibuk mengecek peta stadion dan jadwal pertandingan.
Persiapan Bersama PSSI dan Pemerintah Daerah
Bobby menjelaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus diperkuat untuk memastikan aspek teknis dan non-teknis turnamen berjalan sesuai standar internasional. Ia juga menyebut keterlibatan langsung Wali Kota Medan, Rico Waas, dalam pengawasan persiapan di lapangan.
"Kita mempersiapkan ini bersama PSSI, bersama Pak Walikota Rico Waas, kita memastikan penyelenggaraan ini berjalan sebaik-baiknya," ujarnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat Sumatera Utara akan menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara. Setiap detail, mulai dari rumput stadion hingga akomodasi pemain, tengah diinventarisasi dan diperbaiki jika ditemukan kekurangan.
Apresiasi dari Presiden AFF
Presiden AFF, Khiev Sameth, yang hadir langsung dalam acara drawing tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Sumatera Utara. Ia menilai provinsi ini memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi tuan rumah sukses.
"Kami melihat dukungan pemerintah yang besar di sini. Medan juga punya sejarah sepak bola yang kuat, pecinta sepak bola yang besar, dan antusias masyarakat yang tinggi," kata Khiev Sameth.
Menurutnya, kombinasi antara infrastruktur yang memadai dan basis suporter yang loyal menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua daerah. Hal ini, lanjutnya, menjadi modal besar untuk menciptakan atmosfer turnamen yang meriah dan kompetitif.
Hasil Drawing: Indonesia di Grup Kompetitif
Dalam drawing yang digelar, Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor-Leste, dan Myanmar. Grup ini dinilai cukup berat, namun Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambutnya dengan optimisme tinggi.
"Grup kita cukup kompetitif, tetapi kita harus bisa menunjukkan mental juara. Kita tidak takut siapa pun lawannya," kata Erick Thohir.
Sementara itu, Grup B diisi oleh Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Grup C menjadi rumah bagi Australia, Kamboja, dan Filipina. Dengan komposisi ini, persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak babak penyisihan.
Pembagian Bola untuk Anak-Anak
Sebagai bagian dari rangkaian menuju turnamen, PSSI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menggelar kegiatan sosial. Ratusan bola dibagikan kepada anak-anak di sekitar lokasi acara. Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga upaya nyata untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung hangat. Anak-anak dengan seragam sekolah tampak bersemangat menerima bola sambil tersenyum lebar. Momen ini menjadi penutup yang manis dari rangkaian acara drawing yang sarat akan harapan besar bagi masa depan sepak bola Indonesia di kancah regional.
Artikel Terkait
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Resmi Dibuka Kembali Setelah Lima Bulan Ditutup
Kerusuhan Pecah di Stadion Mandala Usai Persipura Gagal Promosi, Dua Mobil Dibakar
Pengadilan Militer China Jatuhkan Hukuman Mati terhadap Dua Mantan Menteri Pertahanan
Polairud Riau Salurkan Bansos dan Buka Klinik Terapung di Pesisir Indragiri Hilir