paradapos.com - Sebelum menjadi perdana menteri, Gabriel Attal pernah membuat kebijakan kontroversial saat menjabat Menteri Pendidikan Perancis.
Kini, pria berusia 34 tahun tersebut diangkat presiden Perancis, Emmanuel Macron menjadi perdana menteri.
Gabriel Attal naik sebagai perdana menteri usai menggantikan Elisabeth Borne yang mengundurkan diri.
Emmanuel Macron menunjuk Gabriel Attal sebagai perdana menteri baru pada Selasa, (9/1) waktu setempat.
Dilansir dari firstpost.com, karir politik yang melejit membuatnya memiliki hubungan dekat dengan presiden Emmanuel Macron.
Pada usia yang baru 29 tahun, Attal diangkat menjadi Menteri Luar Negeri di Kementerian Pendidikan. Ia juga menjadi anggota pemerintah termuda.
Attal juga telah memegang banyak jabatan politik penting. Salah satunya adalah menjadi juru bicara pemerintah.
Jabatan sebagai juru bicara pemerintah tersebut diembannya pada tahun 2020-2022. Sejak saat itu karir politiknya melejit.
Ketika menjabat sebagai menteri pendidikan, Gabriel Attal melakukan kebijakan yang cukup kontroversial.
Kebijakan Attal tersebut adalah mengumumkan pelarangan terhadap abaya atau jubah panjang yang biasa dikenakan oleh perempuan muslim di sekolah umum Perancis.
Kebijakan itulah yang membuat haluan politiknya berubah. Menurut The Guardian, Attal bergeser dari kiri-tengah ke kanan-tengah selama dekade terakhir.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Laporkan ke Prabowo: Kinerja Bea Cukai Mulai Pulih, Setoran Tumbuh Positif
KSAD Maruli Pertanyakan Sumber Dana Film ‘Pesta Babi’ yang Soroti Proyek Food Estate
UGM Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Pakar Sebut Khawatirkan Tumpulnya Daya Kritis Kampus
Kejaksaan Agung Didorong Usut Tuntas Korupsi Proyek IKN Usai Realisasi Anggaran Rp75,8 Triliun