Al juga menerangkan, dalam ketersediaan pangan, pihaknya akan terus mewaspadainya.
Karena, kata dia, kondisi musim kemarau yang sempat terjadi sebelumnya ada dampak terhadap fluktuatif harga komoditi secara stabilitas harga.
"Itu lebih kepada pola alur tata niaga, dan itu terus kita kendalikan," ujarnya.
Baca Juga: 111 Lembaga Ajukan Anggaran Hibah ke Pemkot Cilegon, Ditotal Setidaknya Butuh Rp87 Miliar
Lebih lanjut Al Muktabar menegaskan, menurutnya, ketersediaan pangan di Provinsi Banten sudah cukup baik, baik yang didapatkan dari hasil produksi sendiri maupun yang didapat dari bantuan pangan secara nasional.
"Seperti yang kita tahu, Banten itu merupakan daerah dengan kontribusi pangan terbesar nasional nomor delapan di Indonesia," tuturnya.
"Sekarang, kita sedang menggerakkan agar semua bisa tanam, lalu fasilitas bibit dan pupuk terus kita komunikasikan dengan Dinas Pertanian dan di lapangan," ucapnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bantenraya.com
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta (Euro) ke Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Noel Ebenezer
Dokumen Epstein: Kaitan Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA Terungkap
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Wajib Sertifikat
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024: IDCloudHost, OVHcloud, Hetzner, dll.