Peringatan tersebut diberikan khususnya di Prefektur Okinawa di barat daya Jepang.
Warga juga telah diimbau tetap waspada karena kemungkinan terjadinya gempa susulan lebih besar lagi. Namun saat berita ini dibuat peringatan tersebut sudah dicabut pihak terkait.
Juru Bicara Pemerintahan Jepang mengatakan sejauh ini belum ada laporan kerusakan di negara tersebut. Kepala Sekretaris Kabinet Hayashi Yoshimasa juga menegaskan hal itu.
"Kami telah mendirikan markas darurat krisis. Nyawa masyarakat adalah yang utama ketika mengambil tindakan yang diperlukan. Kami akan terus mengumpulkan informasi mengenai situasi saat ini," katanya.
Ini adalah pertama kalinya Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Prefektur Okinawa sejak Gempa Bumi Besar dan Tsunami Jepang Timur pada Tahun 2011
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Targetkan 30 Operasi Per Tahun
Refly Harun Kritik Penetapan Tersangka Roy Suryo: Ancaman bagi Kebebasan Berpendapat
Bahar Bin Smith Ditahan sebagai Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang: Ini Pasal & Jadwal Pemeriksaan
Hary Tanoe dalam Berkas Epstein: Fakta Beli Rumah Trump dan Isu CIA Indonesia