Lantas, di mana saja bandara yang tergolong sepi?
1. Bandara JB Soedirman Purbalingga
Bandara JB Soedirman di Purbalingga Jawa Tengah dibangun dengan anggaran negara sebesar Rp350 miliar.
Pada pertengahan 2022, Bandara JB Soedirman sempat dioperasikan untuk perjalanan umroh wilayah dari wilayah Purbalingga, Banyumas, dan sekitarnya.
Bandara ini juga sempat digunakan maskapai Citilink dengan tujuan Jakarta-Purbalingga-Jakarta.
Lalu pada Agustus 2022, maskapai Wings Air juga membuka penerbangan ke bandara ini dari Bandara Pondok Cabe.
Sayangnya sepinya penumpang membuat rute penerbangan ditutup pada 19 Agustus 2022.
Pemkab Purbalingga telah berupaya mengaktifkan kembali animo masyarakat menggunakan bandara JB Soedirman lewat sejumlah perjalanan umroh.
2. Bandara Wiriadinata Tasikmalaya
Berikutnya ada Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pembangunan bandara menghabiskan dana kurang lebih Rp30 miliar.
Bandara yang berlokasi di Setiajaya, Kec. Cibeureum, Kabupatn Tasikmalaya ini memiliki panjang landasan pacu 200 meter.
Sepinya penumpang membuat bandara ini sempat mangkrak dan tidak beroperasi. Pada Agustus 2022, maskapai Susi Air membuka rute penerbangan menuju Jakarta.
Sayangnya rute penerbangan dari Wiriadinata ke Halim Perdanakusum hanya beroperasi tergantung permintaan.
Maskapai Citilink juga sempat membuka rute penerbangan ke bandara ini namun ditutup pada Oktober 2023 setelah hanya terbang tiga kali.
3. Bandara Ngloram Blora
Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah difungsikan secara buka – tutup sejak 2021 lantaran sepinya pengunjung.
Padahal pembangunan bandara menelan biaya hingga Rp80 miliar. Bandara Ngloram hanya digunakan untuk penerbangan jemaah umrah.
4. Bandara Kertajati Majalengka
Pemerintah dalam hal ini Komite Percepatan Penyediaan Infastruktur Prioritas (KPPIP) mengakui bahwa salah satu Proyek Srategis Nasional (PSN) yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat merupakan proyek gagal karena sepi penumpang.
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim KPPIP Wahyu Utomo mengatakan pencapaian gagalnya Bandara Kertajati dikarenakan belum selesainya infrastruktur pendukung seperti Tol Cisumdawu.
Wahyu menyebut pemerintah baru sadar akses ke Bandara Kertajati kurang setelah lapangan udara itu rampung.
Hal tersebut menunjukkan ketidaksinkronan antara pembangunan bandara dengan akses jalannya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Hary Tanoe dalam Berkas Epstein: Fakta Beli Rumah Trump dan Isu CIA Indonesia
Ressa Rizky Rosano Menikah di Usia 17 Tahun? Fakta & Klarifikasi Denada Terbaru
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang, Ini Pasal dan Jadwal Pemeriksaan