Dihadang Ojol dan TNI, Seorang Ibu Ngotot Maju Saat Brimob Tembakan Gas Air Mata

- Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Dihadang Ojol dan TNI, Seorang Ibu Ngotot Maju Saat Brimob Tembakan Gas Air Mata


Aksi demonstrasi di depan Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, menjelang malam semakin panas, Jumat 19 Agustus 2025.

Ketika ratusan demonstran terpaksa memukul mundur, seorang ibu paruh baya justru melakukan hal sebaliknya.

Dengan nyali yang membara, ia seorang diri mencoba menerobos barikade massa untuk maju menghadapi barisan aparat.

Aksi yang disiarkan langsung melalui media sosial TikTok itu sontak menjadi sorotan.

Saat tembakan gas air mata kembali dilontarkan Brimob untuk membubarkan massa, ibu yang tidak diketahui identitasnya itu menolak untuk mundur.

Ia justru berjalan tegap ke arah sumber tembakan, seolah tak gentar dengan risiko yang mengancam.

Melihat aksi nekat tersebut, beberapa pengemudi ojek online (ojol) yang berada di lokasi segera bertindak. Mereka berlari menahan langkah sang ibu, memohonnya untuk mundur ke tempat yang lebih aman.

"Bu, jangan! Kondisinya nggak kondusif, ibu mundur," pinta seorang pengemudi ojol sambil mencoba menariknya menjauh dari garis depan.

Namun, amarah dan kekecewaan sang ibu sudah memuncak. Ia menolak untuk ditenangkan, suaranya lantang menyuarakan protes terhadap tindakan represif aparat.

"Seharusnya mereka mengamankan, bukan menembak!" teriaknya, menumpahkan rasa kesal karena rentetan tembakan gas air mata yang tak kunjung berhenti.

Momen dramatis itu akhirnya diredam oleh beberapa anggota TNI yang turun tangan untuk menenangkan situasi. Dengan pendekatan yang lebih persuasif, mereka berhasil membujuk sang ibu untuk mundur.

Kepada seorang prajurit TNI, ibu tersebut mencurahkan isi hatinya, menjelaskan mengapa ia nekat turun ke jalan.

"Saya menyampaikan aspirasi. Jangan menembak, ini anak bangsa!" tuturnya dengan nada bergetar menahan emosi.

Rasa muaknya pada pemerintah dan aparat membuatnya tak bisa lagi tinggal diam.

Ia bahkan secara terbuka menantang Kapolri untuk hadir di lokasi dan menghentikan kekerasan.

"Bapak Kapolri, datang dong! Suruh hentikan tembakan itu! Mana Bapak Kapolri?" teriaknya kesal, mewakili suara banyak orang yang mendambakan keadilan.

Hingga menjelang waktu magrib, suara letusan gas air mata masih terus terdengar.

Para demonstran, yang didominasi oleh rekan-rekan sesama pengemudi ojol, bersumpah tidak akan meninggalkan lokasi sebelum pelaku yang melindas rekan mereka, Affan Kurniawan, diserahkan.

"Pelakunya harus keluar dulu!" seru seorang ojol, menegaskan bahwa nyali mereka, seperti nyali sang ibu pemberani itu, tidak akan padam.

Sumber: suara
Foto: Ibu-ibu nelat ingin terobos gas air mata di depan Mako Brimob Kwitang (TikTok)

Komentar