PARADAPOS.COM - Militer Israel secara resmi menuduh Iran menggunakan amunisi tandan (cluster munitions) dalam serangan-serangan baru-baru ini. Juru bicara militer menegaskan penggunaan senjata tersebut terhadap target sipil merupakan kejahatan perang. Tuduhan ini dilontarkan di tengah eskalasi konflik kedua negara, yang sama-sama bukan penandatangan perjanjian internasional yang melarang bom tandan.
Tuduhan Penggunaan Senjata Terlarang
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Jumat (6/3/2026), perwira militer Israel menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Iran. Letnan Kolonel Nadav Shoshani, juru bicara militer Israel, secara eksplisit menyebut jenis amunisi yang dituduhkan.
"Mereka (Iran) menggunakan amunisi tandan," tegas Shoshani.
Dia melanjutkan dengan penekanan pada frekuensi dan implikasi hukum dari tindakan tersebut. "Mereka telah menggunakannya berkali-kali, yang merupakan kejahatan perang ketika diarahkan ke warga sipil dan kami sedang melacak situasi tersebut," lanjutnya.
Konteks Hukum Internasional dan Bukti Visual
Latar belakang tuduhan ini cukup kompleks mengingat posisi kedua negara dalam hukum humaniter internasional. Faktanya, baik Iran maupun Israel tidak termasuk dalam lebih dari seratus negara yang meratifikasi Konvensi Amunisi Tandan 2008. Konvensi tersebut secara tegas melarang penggunaan, transfer, produksi, serta penyimpanan senjata jenis ini karena dampaknya yang luas dan berkepanjangan terhadap populasi sipil.
Di sisi lain, muncul bukti visual yang mendukung klaim Israel. Rekaman video yang diambil pada Kamis (5/3) malam dan diperoleh oleh AFP menunjukkan sejumlah proyektil yang terbakar melintasi langit Israel. Seorang ahli militer independen yang dimintai tinjauan atas rekaman tersebut mengidentifikasi proyektil-proyektil itu sebagai komponen dari bom tandan. Polisi Israel sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar langsung terkait rekaman spesifik itu.
Respons dan Peringatan dari Aparat Keamanan
Namun, otoritas Israel telah menunjukkan kekhawatiran mereka akan ancaman ini sebelumnya. Sehari sebelum konferensi pers militer, tepatnya pada Rabu (4/3), kepolisian Israel telah mengungkapkan bahwa tim penjinak bom mereka menemukan bukti fisik adanya amunisi tandan pasca serangan rudal yang diduga berasal dari Iran.
Sebagai bentuk peringatan publik, kepolisian juga menerbitkan pengumuman layanan masyarakat. Dalam pengumuman itu, salah seorang teknisi penjinak bom mereka secara detail memaparkan karakteristik dan bahaya laten yang dibawa oleh serpihan bom tandan yang tidak meledak, yang sering kali mengancam keselamatan warga sipil jauh setelah pertempuran usai. Langkah ini menggarisbawahi tingkat keprihatinan yang serius dari aparat di lapangan mengenai dampak praktis dari senjata jenis ini.
Artikel Terkait
Mirae Asset Bantah Angka Rp14,5 Triliun Berkaitan dengan Aset Perusahaan
Istri Pendiri Nussa Rara Dikaitkan Selingkuh, Mantan Istri Gugat Hak Kekayaan Intelektual
Messi Bertemu Trump di Gedung Putih, Bahas Sepak Bola hingga Isu Iran
Marcos Santos Soroti Pola Lemah Arema FC di Babak Pertama Usai Ditaklukkan Bali United