PARADAPOS.COM - Wartawan TV One Leo Chandra diduga ditangkap polisi saat melakukan live YouTube di depan Polres Jakarta Utara Minggu (31/8/2025) sekira pukul 02.15 WIB viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang diunggah di beberapa chanet YouTube terdengar dugaan wartawan tersebut dianiaya oleh beberapa oknum polisi.
Dalam unggahan tersebut terdengar aparat yang mengintimidasi wartawan tersebut tanpa disadari fitur akun wartawan tersebut masih dalam keadaan live. Dan kini rekaman live panangkapan tersebut viral.
👉 Video di Akhir Artikel
Sebelumnya, fitur siaran langsung (Live) di TikTok dan Instagram pada Sabtu malam (30/8) tiba-tiba tidak bisa digunakan.
Banyak warganet yang mengeluh karena tiba-tiba tombol live di Tiktok hilang.
“Live TikTok sudah tidak bisa. Ada yang tahu lihat video demo Jakarta dimana? VPN juga tidak tembus!” beber pemilik akun @argbskr di laman Thread.
TikTok, dalam sebuah pernyataan resmi yang muncul di aplikasi mereka, 'mengaku' telah sengaja menekan "tombol panik darurat" di Indonesia.
“Karena meningkatnya kekerasan selama protes di Indonesia, kami secara sukarela memperkenalkan langkah-langkah perlindungan tambahan untuk menjaga TikTok tetap aman dan beradab,” tulis keterangan mereka.
Langkah ini diambil di puncak ketegangan nasional, tepat saat siaran langsung penjarahan dan perusakan rumah politisi Ahmad Sahroni viral dan ditonton oleh lebih dari satu juta orang.
Rangkaian peristiwa ini seolah melukiskan drama menegangkan tentang bagaimana media sosial, kemarahan publik, dan aparat keamanan saling berkelindan.
Semuanya dimulai dua hari sebelumnya. Pada Kamis (28/8), di tengah memanasnya suhu akibat demonstrasi menentang kenaikan tunjangan DPR, pihak Kepolisian secara terbuka menyuarakan "kegelisahan" mereka terhadap fitur siaran langsung di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary, secara spesifik mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan live TikTok saat demo, dan menyatakan telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk "memantau" aktivitas tersebut. Ini adalah sebuah "peringatan dini" yang jelas.
Peringatan itu seolah tak digubris. Pada Sabtu siang, amuk massa meledak di kediaman Ahmad Sahroni di Tanjung Priok.
Sebuah siaran langsung dari akun @m451mam yang menayangkan detik-detik pengepungan hingga penjarahan menjadi viral secara masif, ditonton oleh 1,4 juta orang dalam waktu singkat.
Beberapa jam setelah video itu meledak, "tombol panik" pun ditekan. Fitur Live di TikTok dan Instagram mendadak lumpuh serempak di seluruh Indonesia.
“Sebagai bentuk kehati-hatian, TikTok LIVE ditangguhkan sementara selama beberapa hari di Indonesia, dan kami terus menghapus konten yang melanggar Pedoman Komunitas kami, termasuk ujaran kebencian, misinformasi, dan perjudian. Kami akan terus memantau situasi ini dengansaksama,”.
👇👇
#intinyadeh wartawan TV One, Leo Chandra, diduga ditangkep & digebukin saat lg live YouTube.
— intinyadeh (@intinyadeh) August 30, 2025
Di menit2 terakhir live nya, terdengar org yg bentak, nyuruh ikut, suara seperti pukulan, dan suara Leo yg kesakitan.
Akun YT nya udh gabisa diakses publik, tp byk org record live nya. https://t.co/EmuSWef7ZD
ini video live di youtube ketangkepnya Leo Chandra pic.twitter.com/yViFj0t3vd
— 34 (@a_noobrain) August 30, 2025
‼️Update
— fiiii ☯︎ | PO Jersey Karma Fanmade‼️ (@hfyeulniex) August 31, 2025
Journalist tvOne, Leo Chandra sudah aman. Info dari @/lisapurba di postingan terakhir instagram Leo Chandra.
Alhamdulillah🥺 pic.twitter.com/bxBEVwJEc8
Infonya untuk wartawan tvone bang leo chandra sudah aman. Semoga segera di update juga pada ig pribadinya, agar semuanya bisa lebih tenang. Sehat sehat bang. pic.twitter.com/8Oh7okASJc
— Ocacacilico (@ocacacilico) August 31, 2025
Sumber: SindoNews
Artikel Terkait
Logistik Demo Berdatangan ke DPRD Sumsel? Aksi Besar Mahasiswa Digelar Hari Ini
Massa Anarko Kembali Serang Mapolres Metro Bekasi Kota
Civitas Akademika Universitas Paramadina Sampaikan Keprihatinan atas Kondisi Bangsa
Polisi Ungkap Kronologi Pecahnya Demo Minggu Dini Hari: Massa Bawa Batu hingga Molotov