Jokowi Berubah Raut Wajahnya Saat Ditanya Soal Utang Whoosh, Ini Fakta di Baliknya!

- Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:50 WIB
Jokowi Berubah Raut Wajahnya Saat Ditanya Soal Utang Whoosh, Ini Fakta di Baliknya!

Raut Wajah Jokowi Berubah Saat Ditanya Soal Utang Kereta Cepat Whoosh

Ekspresi wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak berubah saat menanggapi pertanyaan mengenai pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh (Jakarta-Bandung) yang tidak lagi dianggarkan dalam APBN. Peristiwa ini terjadi usai Jokowi menghadiri acara Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Jumat (17/10/2025).

Saat diminta tanggapannya terkait pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa pembayaran utang Whoosh tidak akan dibebankan pada APBN, raut muka Jokowi terlihat berubah. Ekspresinya yang awalnya tersenyum berubah menjadi serius dengan dahi yang mengerenyit, sebelum akhirnya kembali menunjukkan senyum simpul.

Pengawal Presiden kemudian membuka jalan sambil berkata, "Terima kasih... terima kasih," dan Jokowi pun pergi tanpa memberikan komentar satu kata pun mengenai hal tersebut.

Pernyataan Menkeu Soal Pembiayaan Whoosh

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan bahwa Danantara yang bertanggung jawab penuh atas pembayaran utang Whoosh, dan pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menyatakan bahwa Danantara mampu membayar bunga tahunan KCIC yang mencapai sekitar Rp2 triliun, mengingat lembaga tersebut menerima dividen BUMN hingga Rp90 triliun.

"Sudah saya sampaikan, karena kan Danantara terima dividen dari BUMN hampir Rp80 triliun-Rp90 triliun. Itu cukup untuk menutupi sekitar Rp2 triliun (bunga) bayaran tahunan untuk KCIC," jelas Purbaya.

Sorotan Dugaan Mark-Up Proyek Whoosh

Dalam perkembangan terkait, mantan Menkopolhukam Mahfud MD dalam siniar YouTube-nya menyoroti dugaan mark-up anggaran yang fantastis dalam proyek Kereta Cepat Whoosh. Ia mempertanyakan lonjakan biaya pembangunan per kilometer yang naik hingga tiga kali lipat dibandingkan proyek serupa di China.

"Dugaan mark-upnya gini. Itu harus diperiksa, ini uang lari ke mana. Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per 1 km kereta Whoosh itu 52 juta US dolar. Tapi di Cina sendiri hitungannya hanya 17 sampai 18 juta US dolar. Jadi naik tiga kali lipat kan. Ini yang menaikkan siapa? Uangnya ke mana?" tanya Mahfud.

Mahfud juga mengungkapkan bahwa beban proyek ini semakin berat dengan bunga utang yang harus ditanggung negara. "Bunga utangnya saja setahun itu Rp2 triliun. Bunga hutang saja. Sementara dari tiket hanya mendapat maksimal 1,5 triliun. Jadi setiap tahun utangnya bertambah, bunga berbunga terus, negara nomboki terus," paparnya.

Meski demikian, Mahfud menekankan bahwa penyelesaian masalah ini seharusnya tidak bertujuan untuk menyalahkan pemerintahan sebelumnya, melainkan untuk memperbaiki prosedur dan mencegah kerugian negara yang lebih besar di masa depan.

Sumber: https://www.suara.com/news/2025/10/17/153716/raut-wajah-jokowi-berubah-saat-ditanya-utang-whoosh-apa-yang-terjadi

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar