China Setuju Lanjutkan Whoosh ke Surabaya, Asal 1 Syarat Ini Dituruti

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23:25 WIB
China Setuju Lanjutkan Whoosh ke Surabaya, Asal 1 Syarat Ini Dituruti

China Setuju Lanjutkan Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya, Ini Syaratnya

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa China telah menyetujui kelanjutan proyek kereta cepat Whoosh hingga ke Surabaya. Persetujuan ini diberikan dengan syarat pemerintah Indonesia dapat menyelesaikan kewajiban utangnya terkait proyek tersebut.

Menurut Luhut, saat ini tengah dilakukan upaya perbaikan keuangan dan audit terhadap proyek Whoosh. Pihak China dikatakan memahami situasi ini dan bersedia menunggu hingga pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang diperlukan.

"China mau untuk melakukan dan kemudian pergantian pemerintah agak terlambat sehingga sekarang nunggu Keppres sehingga timnya geser berunding dan sementara China sudah bersedia, nggak ada masalah," ucap Luhut dalam sebuah diskusi.

Restrukturisasi Utang, Bukan APBN

Luhut menegaskan bahwa masalah pembayaran utang proyek Whoosh akan diselesaikan melalui mekanisme restrukturisasi keuangan, bukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia membantah kabar yang menyebut adanya permintaan untuk melunasi utang menggunakan dana APBN.

"Whoosh itu kan tinggal restructuring saja siapa yang minta APBN? Tak ada yang pernah minta APBN? Restructuring, saya sudah bicara dengan China karena saya yang sejak awal mengerjakan itu," ungkapnya.

Merespons Isu Transportasi Publik

Merespons isu utang Whoosh yang membengkak, Luhut menyampaikan pandangannya bahwa pada dasarnya tidak ada transportasi publik di dunia yang beroperasi secara menguntungkan tanpa intervensi pemerintah.

"Ingat ya, tidak ada public transport itu di dunia ini yang menguntungkan. Selalu banyak subsidi pemerintah. Tapi tentu harus subsidi yang betul-betul terukur," kata dia.

Penanganan oleh Danantara

Luhut juga menegaskan bahwa penanganan utang proyek kereta cepat ini akan melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai holding BUMN. Ia menyatakan komitmennya untuk menangani masalah ini secara langsung.

"Karena dulu saya yang menangani (proyek kereta cepat), jadi supaya berlanjut saya sudah beritahu Pak Rosan (CEO Danantara), dan Pak Rosan juga sudah sepakat untuk segera kita tangani bersama," tutur Luhut.

Sumber: https://www.inews.id/news/nasional/china-setuju-lanjutkan-proyek-whoosh-sampai-surabaya-asal

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar