Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh jajaran perusahaan, tanpa terkecuali, selalu mematuhi prinsip-prinsip good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik) dan senantiasa menjaga martabat serta nama baik lembaga.
Kronologi Ancaman yang Viral
Video yang menyebar luas tersebut merekam momen ketika Ainul Yakin berorasi di depan Kantor Trans7. Orasi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap salah satu program stasiun televisi tersebut yang dinilai telah menyinggung pondok pesantren dan ulama.
Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu, terlihat Ainul Yakin menyampaikan ancaman eksplisit. Ia menyatakan, "Salah satu tugas Ansor dan Banser adalah menjaga kiai, ulama, dan pondok pesantren. Apabila ada kiai, ulama kita dihina, maka Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan... Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian... Halal darah kalian apabila kalian mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama."
Pernyataan inilah yang kemudian memicu gelombang kecaman dan diskusi publik mengenai batasan kebebasan berpendapat dan etika seorang pejabat perusahaan publik.
Di akhir pernyataannya, Untung Budiharto kembali menegaskan komitmen Trans-Jakarta untuk tetap fokus memberikan pelayanan transportasi terbaik bagi seluruh warga Jakarta, tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, agama, ras, atau golongan.
Sumber artikel asli: https://mediaindonesia.com/megapolitan/822462/trans-jakarta-akan-tindak-komisarisnya-yang-ancam-gorok-leher-orang
Artikel Terkait
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap
Indonesia dalam Dewan Perdamaian AS-Israel: Langgar Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid: Kronologi Lengkap & Fakta Polisi