Polda Gorontalo Batalkan Status Tersangka 6 Mahasiswa Demo Rusuh
Polda Gorontalo secara resmi membatalkan status tersangka terhadap enam mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan di Gorontalo. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam dan koordinasi intensif antara Polda Gorontalo dengan para rektor perguruan tinggi setempat.
Alasan Pembatalan Status Tersangka Mahasiswa
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo menjelaskan bahwa pembatalan status tersangka ini mempertimbangkan aspek psikologis, moral, dan sosiologis para mahasiswa. Meskipun perbuatan mereka secara hukum telah memenuhi unsur pidana, khususnya dalam kasus pembakaran fasilitas umum, pendekatan pembinaan dinilai lebih tepat.
"Kami ingin memberikan pembinaan, bukan hanya penegakan hukum semata. Harapannya, adik-adik mahasiswa ini dapat menjadi contoh bagi rekan-rekannya tentang bagaimana menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik tanpa anarkis," ujar Irjen Widodo.
Pendekatan Restoratif dan Sinergi Kampus
Penyelesaian perkara ini akan dilakukan melalui pendekatan pembinaan dan kemitraan antara Polri dengan institusi pendidikan. Konsep "Polisi Sahabat Kampus" menjadi landasan utama dalam menyelesaikan kasus demonstrasi mahasiswa Gorontalo ini.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro menegaskan bahwa Polri tidak pernah melarang aksi demonstrasi selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. "Unjuk rasa adalah bentuk ekspresi aspirasi dan solidaritas dari mahasiswa. Namun perlu diingat bahwa kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab," jelasnya.
Kronologi Demonstrasi Gorontalo
Dari tiga titik lokasi aksi demonstrasi yang terjadi pada September 2025, dua titik berlangsung kondusif sementara satu titik mengalami insiden anarkis. Insiden tersebut meliputi pembakaran water barrier dan gangguan terhadap masyarakat.
Enam mahasiswa yang sebelumnya berstatus calon tersangka berinisial JH, FM, MR, MH, MF, dan MA berasal dari berbagai kampus ternama di Gorontalo. Langkah pembatalan status tersangka ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Gorontalo dalam mengedepankan prinsip keadilan restoratif.
Polda Gorontalo berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan dunia kampus melalui kegiatan pembinaan, kunjungan, dan dialog di seluruh perguruan tinggi di provinsi tersebut.
Artikel Terkait
UGM Kukuhkan Guru Besar Mikrobiologi Terapan yang Serukan Penyelamatan Mikroba Tanah dari Kepunahan
Eks Finalis Putri Indonesia Riau Ditangkap karena Praktik Dokter Kecantikan Ilegal Sejak 2019, Korban Alami Cacat Permanen
Presiden Ultimatum Pejabat dan Intelektual: Pilih Bela Rakyat atau Tinggalkan Pemerintahan
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Praktik Kedokteran Ilegal di Riau, 15 Korban Alami Cacat Permanen