DME Gantikan LPG: Solusi Indonesia Tekan Impor 7 Juta Ton dengan Teknologi China & Eropa

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 03:25 WIB
DME Gantikan LPG: Solusi Indonesia Tekan Impor 7 Juta Ton dengan Teknologi China & Eropa
LPG Bakal Diganti DME: Pengganti Impor, Teknologi dari China dan Eropa

LPG Bakal Diganti DME, Teknologi dari China dan Eropa Akan Digunakan

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengumumkan rencana penggantian LPG dengan Dimethyl Ether (DME). Proyek gasifikasi batu bara menjadi DME ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun depan.

DME sebagai Solusi Pengurangan Impor LPG

Proyek hilirisasi batu bara ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 1,3 juta ton. Hal ini menyebabkan impor LPG sekitar 6,5 hingga 7 juta ton per tahun.

“Cara mengurangi impor adalah dengan melahirkan substitusi impor melalui hilirisasi batu bara,” tegas Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Proyek DME Masuk dalam 18 Proyek Hilirisasi

Proyek DME ini merupakan satu dari 18 proyek hilirisasi yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi oleh Badan Pengelola Investasi Danantara. Tim Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional telah menyelesaikan pra studi kelayakan (pra-FS) untuk ke-18 proyek tersebut.

“Dari pra FS itu dipelajari oleh konsultan untuk finalisasi di Danantara. Dari sekian banyak, 18 project itu salah satunya adalah DME,” jelas Bahlil.

Teknologi dari China dan Eropa untuk Proyek DME

Untuk mendukung proyek DME, pemerintah kemungkinan besar akan menggunakan teknologi dari Eropa dan China. Teknologi dari kedua negara ini dinilai cocok dengan kondisi dan kebutuhan Indonesia.

“Ini mitranya nanti dengan Danantara, teknologinya kan macam-macam ya, teknologi dari China, itu, bisa juga dari Eropa,” kata Bahlil. Keputusan akhir mengenai pemilihan teknologi sepenuhnya berada di tangan Danantara.

Dengan adanya proyek DME ini, diharapkan ketahanan energi nasional akan semakin kuat dan ketergantungan pada impor LPG dapat berkurang secara signifikan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar