Helikopter Militer Filipina Jatuh Saat Tanggap Topan Kalmaegi, 6 Kru Tewas

- Selasa, 04 November 2025 | 23:25 WIB
Helikopter Militer Filipina Jatuh Saat Tanggap Topan Kalmaegi, 6 Kru Tewas

Helikopter Militer Filipina Jatuh Saat Tanggap Topan Kalmaegi, 6 Kru Tewas

Sebuah helikopter militer Filipina jenis Huey mengalami kecelakaan fatal pada Selasa (4/11/2025) di Agusan del Sur, Pulau Mindanao. Insiden ini terjadi saat helikopter sedang melaksanakan misi tanggap darurat untuk membantu korban Topan Kalmaegi. Seluruh enam orang kru di dalamnya ditemukan tewas.

Kronologi Kecelakaan Helikopter di Tengah Cuaca Ekstrem

Kecelakaan helikopter militer Filipina ini terjadi sekitar 270 km dari Pulau Cebu, daerah yang paling parah terdampak Topan Kalmaegi. Meski penyebab pasti masih diselidiki, kecelakaan terjadi dalam kondisi cuaca buruk akibat topan yang oleh warga lokal disebut "Tino".

Korban Jiwa Topan Kalmaegi Terus Bertambah

Total korban tewas akibat Topan Kalmaegi telah mencapai 46 orang, termasuk enam kru helikopter yang jatuh. Sebanyak 39 korban berada di Cebu, tewas akibat tenggelam, terbawa banjir, atau tertimpa reruntuhan bangunan. Satu korban lainnya dilaporkan di Pulau Bohol.

Dampak dan Kondisi Terkini Pasca Topan

Meski kekuatan Topan Kalmaegi telah melemah sejak menerjang Filipina, dampaknya masih dirasakan dengan angin berkecepatan 120 km/jam. Saat menerjang Visayas menuju Palawan, kecepatan angin bahkan mencapai 165 km/jam.

Banjir di Kota Cebu telah mereda, namun banyak wilayah masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan telekomunikasi. Video di media sosial menunjukkan besarnya dampak topan, dengan banjir deras yang menghanyutkan mobil-mobil seperti mainan.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Petugas informasi Provinsi Cebu, Ainjeliz Orong, menyatakan upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dengan banyak orang masih dinyatakan hilang. Puluhan ribu orang telah dievakuasi di seluruh wilayah Visayas, termasuk sebagian Luzon selatan dan Mindanao utara.

Riwayat Bencana di Filipina

Filipina yang dilanda rata-rata 20 badai tropis setiap tahun sedang memulihkan diri dari serangkaian bencana. Pada September lalu, Topan Super Ragasa melanda Luzon utara dan memaksa penutupan sekolah serta kantor pemerintah.

Topan Kalmaegi diperkirakan akan meninggalkan Filipina pada Rabu atau paling lambat Kamis dini hari.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar