PARADAPOS.COM - Jhonlin Group mengerahkan puluhan alat berat dan tim relawan ahli ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, untuk mempercepat pemulihan pasca bencana banjir dan tanah longsor. Mobilisasi sumber daya yang terstruktur ini difokuskan pada pembukaan akses jalan yang terputus, normalisasi jalur transportasi, serta mendukung layanan darurat dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Mobilisasi Cepat Alat Berat dan Personel Ahli
Sebagai respons tanggap darurat, perusahaan telah mengoperasikan 31 unit alat berat, termasuk dump truck dan ekskavator, di berbagai titik terdampak. Tugas utama mereka adalah membersihkan material lumpur dan puing yang menutupi jalan serta fasilitas publik. Dukungan teknis ini diperkuat dengan kedatangan 40 personel relawan yang terdiri dari operator, mekanik, tim rescue, paramedis, dan tenaga pendukung lainnya.
Mobilisasi personel dilakukan secara khusus melalui kapal J7 Explorer milik grup, yang berangkat dari Pelabuhan PT Dua Samudera Perkasa pada Kamis, 22 Januari 2026. Rencana logistik yang matang ini memungkinkan bantuan dapat segera tiba dan langsung beroperasi di lapangan sesuai dengan kondisi aktual.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pemulihan
Direktur PT Dua Samudera Perkasa, Efgar Welmar Santos, menegaskan bahwa pengiriman tenaga ahli ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
"Sebelumnya sudah ada 31 unit alat berat yang kami kirimkan. Kali ini, kami memperkuatnya dengan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang rescue, medis, operator, hingga pengemudi,” jelasnya.
Fokus pada Akses dan Dukungan Logistik
Menurut Aries Yudi Kristanto, Direktur Plant Jhonlin Baratama yang juga menjabat sebagai Koordinator Plant, operasi alat berat secara strategis diarahkan untuk membuka akses yang vital. Normalisasi jalur transportasi dinilai krusial tidak hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga sebagai tulang punggung distribusi bantuan logistik ke desa-desa yang terisolasi.
Penekanan pada Etika dan Koordinasi Lapangan
Di balik skala operasi yang besar, Jhonlin Group juga menitikberatkan aspek kedisiplinan dan etika kerja di lapangan. Richi Petroza, Direktur PT Jhonlin Media Komunika yang bertindak sebagai Koordinator Media, mengingatkan pentingnya dokumentasi yang bertanggung jawab untuk menghindari mispersepsi di masyarakat.
Dari sisi operasional, Kapten Emergency Response Team (ERT) Rahmatullah menyatakan bahwa seluruh personel, meski berasal dari berbagai unit berbeda, bersatu dalam satu komando tim relawan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid dan penghormatan terhadap budaya lokal untuk memastikan keberhasilan misi pemulihan ini.
Dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan kemampuan teknis, sumber daya manusia ahli, dan perhatian pada aspek sosial, upaya korporasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memulihkan infrastruktur dan, yang lebih penting, kehidupan sosial-ekonomi warga Aceh Tamiang.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia untuk Pertama Kali
Pemerintah Buka Reaktivasi BPJS untuk Pasien Cuci Darah yang Terdampak Penonaktifan
BGN dan JICA Gandeng Jepang Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Garena Bagikan Kumpulan Kode Redeem Free Fire untuk 7 Februari 2026