BGN dan JICA Gandeng Jepang Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 03:25 WIB
BGN dan JICA Gandeng Jepang Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

PARADAPOS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk menyerap ilmu dari pengalaman panjang Jepang mengelola program makan sekolah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat fondasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, dengan fokus pada keamanan pangan, tata kelola, dan edukasi gizi yang terintegrasi. Seminar nasional yang digelar di Jakarta pada Selasa, 3 Februari, menjadi wadah pertukaran pengetahuan ini, dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah secara luring dan daring.

Belajar dari Kesuksesan Sistem Makan Sekolah Jepang

Seminar bertajuk “Penguatan Keamanan Pangan dan Edukasi Gizi (Shokuiku) dalam Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)” itu bukan sekadar pertemuan formal. Forum tersebut dirancang sebagai ruang berbagi praktik terbaik internasional, khususnya bagaimana Jepang membangun program makan sekolah yang aman, berkelanjutan, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan. Lebih dari 8.000 peserta yang terdiri dari ahli gizi, perwakilan dinas kesehatan, dan pejabat pendidikan hadir untuk menyimak langsung model yang telah terbukti puluhan tahun.

Dalam paparannya, para pakar dari Jepang dan perwakilan JICA menyoroti aspek-aspek kritis yang sering kali menjadi tantangan. Mereka memaparkan pengalaman nyata dalam mengelola risiko penyakit bawaan makanan, menerapkan standar kebersihan yang ketat di dapur sekolah, serta memperkuat peran pemerintah daerah. Poin penting lain yang digarisbawahi adalah promosi edukasi gizi atau "Shokuiku", yang di Jepang berperan membentuk kebiasaan hidup sehat anak sejak dini.

Fondasi Keberlanjutan: Tata Kelola dan Sinergi

Keberhasilan sebuah program nasional seperti MBG tidak bisa hanya mengandalkan distribusi makanan semata. Hal ini ditegaskan oleh Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan, MBA, dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa fondasi utama terletak pada penguatan tata kelola, sistem keamanan pangan, dan kebijakan strategis yang matang.

“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan, tetapi juga oleh sistem tata kelola yang kuat, jaminan keamanan pangan, serta edukasi gizi yang terintegrasi. Pembelajaran dari Jepang dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat relevan bagi Indonesia,” jelasnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons dari Chief Representative JICA Indonesia, Sachiko Takeda. Ia memperkenalkan program pelatihan yang mengundang delegasi Indonesia untuk belajar langsung ke Jepang. Takeda memaparkan bahwa program makan sekolah di Negeri Sakura itu merupakan ekosistem komprehensif, mencakup perencanaan menu, protokol kebersihan, logistik distribusi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Namun, Takeda juga memberikan catatan penting. Ia mengingatkan bahwa model dari negara lain tidak bisa serta-merta ditiru begitu saja.

“Program makan sekolah bukanlah model yang dapat diterapkan secara seragam di semua negara, melainkan perlu disesuaikan dengan konteks masing-masing wilayah. Oleh karena itu, dialog berkelanjutan antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam pengembangannya,” ungkapnya.

Langkah Konkret dan Komitmen Bersama

Untuk menerjemahkan pembelajaran tersebut ke dalam konteks Indonesia, diskusi panel menghadirkan perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, serta Kementerian Kependudukan. Fokus dialog adalah merumuskan langkah tindak lanjut yang konkret dan memperkuat sinergi antar-sektor, mengingat kompleksitas pelaksanaan MBG yang menyentuh banyak aspek pemerintahan.

Melalui seminar intensif ini, JICA dan BGN berharap kontribusi mereka dapat mengkristal menjadi kerangka kebijakan yang lebih kokoh. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas pelaksanaan di lapangan dan menjamin keberlanjutan jangka panjang Program Makan Bergizi Gratis. Inisiatif ini bukan hanya tentang menyediakan satu piring makanan, melainkan investasi untuk membangun generasi yang lebih sehat dan berdaya saing, yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar