Pemkab Jepara dan PSMTI Pasang Ratusan Lampion Sambut Imlek 2026

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB
Pemkab Jepara dan PSMTI Pasang Ratusan Lampion Sambut Imlek 2026

PARADAPOS.COM - Menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menghiasi kawasan Pecinan dengan ratusan lampion merah. Pemasangan yang dimulai sejak 2 Februari 2026 ini bertujuan menciptakan daya tarik dan meramaikan suasana tahun baru Imlek dengan tema "Harmoni Imlek Nusantara".

Lampion Merah Menghiasi Jantung Kota Ukir

Suasana di sepanjang Jalan Diponegoro, jantung kawasan Pecinan Jepara, kini berubah lebih semarak. Ratusan lampion berwarna merah dengan diameter 40 hingga 60 sentimeter telah digantung rapi di sepanjang koridor jalan sepanjang kurang lebih 400 meter itu. Pemandangan ini langsung menarik perhatian warga, banyak yang berhenti untuk mengabadikan momen atau sekadar menikmati dekorasi yang menawan.

Pemasangan lampion bukan sekadar hiasan biasa, melainkan bagian dari tradisi dan upaya menghidupkan budaya di Kota Ukir. Inisiatif ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas Tionghoa setempat untuk menyambut perayaan penting tersebut.

Inisiatif Pemerintah dan Komunitas

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Jepara, Yeni Yahya Ahmad Sofi, menjelaskan latar belakang kegiatan ini. Menurutnya, lampion telah menjadi ikon dan tradisi yang identik dengan perayaan Imlek.

"Ini inisiatif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Lampion kan menjadi salah satu budaya atau tradisi yang dilakukan menjelang perayaan Imlek. Pemasangan lampion ini jadi daya tarik sendiri. Masyarakat ada yang berfoto atau jadi konten di media sosial," jelas Yeni, Sabtu (7/2/2026).

Merayakan Harmoni di Kelenteng Hok Tek Tong

Semangat "Harmoni Imlek Nusantara" tidak hanya terlihat di jalan utama. Hiasan serupa juga turut dipasang di kompleks kantor Bupati dan Sekretariat Daerah Jepara, memperluas nuansa perayaan ke seantero pusat pemerintahan. Puncak acara perayaan sendiri rencananya akan digelar pada 25 Februari 2026 di Kelenteng Hok Tek Tong.

Yeni membeberkan rangkaian acara yang telah disiapkan. Selain sebagai momen kegembiraan, perayaan ini juga diisi dengan kegiatan sosial yang penuh makna.

"Nanti tanggal 25 Februari 2026 ada puncak perayaan Imlek di Kelenteng Hok Tek Tong sesuai dengan tema Harmoni Imlek Nusantara. Jadi ada santunan anak yatim dan buka bersama," tuturnya.

Barongsai dan Momen Kebersamaan

Perayaan tidak lengkap tanpa kehadiran pertunjukan barongsai yang khas. Pertunjukan budaya yang penuh energi ini dijadikan salah satu atraksi utama yang dinantikan masyarakat. Yeni berharap momen Imlek kali ini dapat menjadi wahana perekat kebersamaan dan keselarasan sosial di tengah masyarakat Jepara yang majemuk.

Dia mengajak seluruh warga untuk turut serta dalam kemeriahan tersebut, menjadikannya sebagai bagian dari kegiatan sore hari yang menyenangkan.

"Jadi nanti ada pertunjukan barongsai di depan Kelenteng. Masyarakat bisa menyaksikannya. Bisa sekalian ngabuburit," ujarnya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, perayaan Imlek 2026 di Jepara diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga cerminan nyata dari harmoni dan sinergi untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar