PARADAPOS.COM - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada tahun buku 2025, dengan laba bersih mencapai Rp252 miliar. Pertumbuhan sebesar 8 persen ini didorong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat, peningkatan efisiensi operasional, dan keberhasilan strategi pemulihan kredit bermasalah. Lembaga ini juga berperan aktif dalam mendorong ekspor nasional melalui berbagai program pendampingan bagi pelaku usaha.
Kinerja Keuangan yang Solid Didukung Pemulihan Aset
Laba bersih Rp252 miliar yang dicatat LPEI pada 2025 menunjukkan ketahanan bisnis lembaga ini di tengah dinamika ekonomi global. Capaian tersebut tidak lepas dari pendapatan yang stabil dari aktivitas intermediasi. Hingga akhir tahun, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp57,2 triliun, sementara volume asuransi dan penjaminan masing-masing mencatatkan angka Rp8,8 triliun dan Rp4,9 triliun.
Yang patut dicatat, performa keuangan ini diperkuat oleh strategi penanganan aset bermasalah yang efektif. LPEI berhasil meningkatkan collection and recovery sebesar 68 persen menjadi Rp4,7 triliun. Pendekatan konservatif dengan membentuk coverage ratio sebesar 105 persen turut berkontribusi. Hasilnya, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net berhasil ditekan secara signifikan dari 4,5 persen menjadi 2,4 persen di akhir periode.
Dampak Multiplier bagi Ekspor Nasional
Di balik angka-angka keuangan, peran strategis LPEI sebagai katalisator ekspor semakin nyata. Analisis dampak yang dilakukan lembaga menunjukkan kontribusi yang substansial terhadap perekonomian.
Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI, Sukatmo Padmosukarso, menjelaskan, “Kinerja Indonesia Eximbank sepanjang 2025 menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat, seiring dengan dukungan para pemangku kepentingan. Berdasarkan hasil penghitungan dampak secara agregat, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan LPEI diestimasi memberikan kontribusi hingga 3,49 kali terhadap ekspor nasional, yang menggambarkan gambaran manfaat ekonomi secara keseluruhan.”
Program Pendampingan yang Menjangkau Pelaku Usaha
Komitmen LPEI tidak hanya terlihat dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari program-program pendampingan yang langsung menyentuh lapangan. Melalui Coaching Program for New Exporter (CPNE), sebanyak 557 eksportir baru berhasil dibimbing untuk menembus 90 negara tujuan sepanjang tahun lalu.
Di sisi lain, Program Desa Devisa menunjukkan perkembangan yang pesat. Program yang kini mencakup 2.328 desa ini telah berhasil membawa 566 desa di antaranya melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. Inisiatif ini telah memberikan manfaat nyata kepada lebih dari 201 ribu petani, nelayan, dan pengrajin, dengan partisipasi tenaga kerja perempuan yang mencapai hampir separuhnya.
Penguatan Tata Kelola dan Dukungan Pemerintah
Sebagai lembaga negara, LPEI terus memperkuat fondasi tata kelola dan integritasnya. Pada tahun 2025, lembaga ini meraih sertifikasi internasional ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan, sebuah langkah konkret dalam membangun kepercayaan.
Dukungan pemerintah juga semakin menguat, tercermin dari peningkatan anggaran Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang melonjak 85 persen menjadi Rp13,5 triliun. Dukungan ini menjadi modal penting bagi LPEI untuk menjalankan mandatnya.
Komitmen ke Depan dan Proses Transformasi
Memandang ke depan, LPEI menyatakan komitmennya untuk mendukung agenda pemerintah, termasuk penguatan sektor manufaktur, agroindustri, dan transisi menuju ekonomi hijau. Transformasi menuju lembaga yang profesional dan berintegritas terus menjadi fokus.
Menutup paparan kinerjanya, Sukatmo Padmosukarso menegaskan, “Perbaikan kinerja secara berkelanjutan menjadi fokus utama Indonesia Eximbank dalam proses transformasi menuju lembaga yang profesional dan berintegritas. Kami berkomitmen menjalankan mandat dengan tata kelola yang kuat dan transparan, serta menjadi mitra strategis Pemerintah dalam mendorong ekspor nasional.”
Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh dan strategi yang terarah, kinerja LPEI pada 2025 mengindikasikan posisi yang kuat untuk terus mendukung geliat ekspor Indonesia di tengah tantangan global.
Artikel Terkait
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Subsidi di Bekasi Normal dan Sesuai Kuota
Awal Ramadan 2026 Diprakirakan Berbeda, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Pemerintah Interim Venezuela Mulai Pembebasan Tahanan Politik dan Perkuat Diplomasi
PGN Catat Keterikatan Karyawan Tinggi 87,74% Dukung Target Bisnis 2026