KBRI Warsawa Genjot Ekspor Kopi dan Cokelat Indonesia ke Pasar Polandia

- Selasa, 10 Februari 2026 | 14:25 WIB
KBRI Warsawa Genjot Ekspor Kopi dan Cokelat Indonesia ke Pasar Polandia

PARADAPOS.COM - KBRI Warsawa menggencarkan diplomasi ekonomi dengan mempromosikan kopi dan cokelat Indonesia di pasar Polandia yang sedang berkembang pesat. Upaya strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Warsaw Coffee Festival 2026, ajang terbesar di negara itu, untuk menjangkau ribuan pelaku industri dan konsumen. Langkah ini diambil menyusul tren positif perdagangan bilateral dan meningkatnya permintaan terhadap produk premium seperti kopi spesialti dan cokelat berkualitas tinggi.

Memanfaatkan Momentum Budaya Kopi yang Berkembang

Pertumbuhan budaya kopi di Polandia, khususnya untuk segmen specialty coffee, menjadi peluang yang coba ditangkap oleh perwakilan Indonesia di Warsawa. Pasar setempat dinilai semakin kritis dan terbuka terhadap ragam cita rasa baru. Dalam konteks ini, kopi Indonesia dengan kekayaan varietasnya—seperti Flores, Gayo, Mandailing, Bali, Sumba, dan Jawa—menawarkan profil rasa yang unik dan berpotensi besar.

Keikutsertaan dalam Warsaw Coffee Festival, yang digelar di Stadion Nasional Warsawa awal Februari lalu, bukan sekadar pameran. Ajang ini berfungsi sebagai platform penting untuk membangun narasi langsung tentang kualitas produk Indonesia di hadapan calon pembeli dan mitra.

Testimoni dari Pelaku Usaha di Lapangan

Respons dari pelaku usaha di Polandia tampak positif. Simon, perwakilan dari roastery Podkawa, mengamati daya tarik kuat kopi Indonesia di kalangan konsumen lokal.

“Kopi Indonesia harus lebih banyak hadir di Polandia. Banyak orang yang awalnya tidak mengenal Indonesia, tetapi ketika mencoba kopi Indonesia, mereka kembali lagi karena menyukainya,” tuturnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Agus Heryana, Kuasa Usaha Ad Interim RI di Warsawa, yang melihat tantangan sekaligus peluang ke depan.

“Kopi Indonesia sebenarnya sudah masuk ke pasar Polandia. Tantangannya adalah bagaimana membuat kopi Indonesia semakin dikenal luas sehingga ekspor Indonesia ke Polandia dapat terus meningkat,” jelasnya.

Potensi Cokelat Indonesia yang Mulai Dikenal

Fokus promosi tidak hanya pada kopi. Produk olahan kakao Indonesia juga mendapat perhatian khusus. Minat konsumen Polandia terhadap cokelat dengan karakter rasa baru dan kuat semakin terlihat, menciptakan celah pasar yang menjanjikan.

Justyna, seorang pengusaha cokelat di Polandia, mengonfirmasi tren ini.

“Konsumen Polandia semakin menggemari cokelat berkualitas tinggi dengan aroma kuat dan rasa unik. Cokelat Indonesia memiliki cita rasa khas, termasuk nuansa buah-buahan yang menarik,” ungkapnya.

Antusiasme tersebut terbukti nyata saat produk cokelat yang dipamerkan di Warsaw Coffee Festival 2026 habis terjual. Data ekspor pun mendukung optimisme ini, dengan nilai ekspor kategori kakao dan olahannya ke Polandia mencapai sekitar US$5,68 juta pada 2024.

Dukungan Data dan Strategi yang Lebih Luas

Upaya promosi ini memiliki dasar yang kuat dalam data perdagangan. Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Polandia tercatat tumbuh 8,6 persen. Sementara itu, ekspor kopi Indonesia ke Polandia, khususnya untuk kategori biji kopi, menyumbang sekitar US$417.170 sebagai bagian dari total ekspor kategori teh, kopi, dan rempah yang mencapai US$6,12 juta.

Di balik angka-angka tersebut, KBRI Warsawa menjalankan strategi diplomasi ekonomi dan budaya yang terpadu. Polandia, dengan pertumbuhan ekonominya yang sekitar dua kali lipat rata-rata Uni Eropa, dipandang sebagai pasar strategis dan pintu gerbang menuju kawasan Eropa Tengah dan Timur. Promosi produk unggulan seperti kopi dan cokelat juga dibarengi dengan pengenalan kekayaan kuliner, budaya, dan pariwisata Indonesia.

Dengan partisipasi berkelanjutan di ajang-ajang internasional seperti Warsaw Coffee Festival, diplomasi ekonomi Indonesia diharapkan dapat terus memperdalam jejaknya, memperluas pengenalan merek, dan pada akhirnya meningkatkan nilai ekspor secara berkelanjutan di pasar Eropa.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar