PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026), usai melaporkan perkembangan sektor pangan kepada Presiden. Amran memproyeksikan stok beras nasional akan meningkat signifikan hingga Maret mendatang, yang diharapkan menjadi penopang stabilitas harga di pasar.
Proyeksi Kenaikan Stok Beras Nasional
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, cadangan beras pemerintah saat ini tercatat sebesar 3,4 juta ton. Angka ini diprediksi akan terus bertumbuh seiring dengan dimulainya masa panen raya dan upaya percepatan serapan gabah dari petani. Dengan dinamika musim tanam yang berjalan, pemerintah optimis ketersediaan komoditas pokok ini dapat memenuhi kebutuhan nasional.
Amran memberikan perkiraan yang lebih rinci mengenai perkembangan stok dalam beberapa pekan ke depan. "Hari ini stok kita 3,4 juta ton, kemungkinan akhir bulan menjadi 3,8 juta ton. Pada bulan Maret, angka tersebut bisa menyentuh 4 juta ton," jelasnya.
Strategi Menjaga Stabilitas Pasar
Peningkatan volume stok beras menjadi instrumen kebijakan yang vital. Pasokan yang memadai dan tepat waktu diharapkan dapat meredam tekanan inflasi dan fluktuasi harga yang kerap terjadi jelang puncak konsumsi Ramadan dan Idul Fitri. Selain mengandalkan buffer stock, pemerintah juga menggenjot penyaluran bantuan pangan untuk kelompok rentan.
Mengenai teknis pelaksanaannya, Menteri Amran menyebut bahwa persiapan administratif telah diselesaikan. "Kita percepat, surat keputusan (SK) sudah rampung," tuturnya, menegaskan komitmen untuk segera menyalurkan bantuan.
Capain Swasembada Jagung dan Arah Hilirisasi
Laporan kepada Presiden tidak hanya berfokus pada beras. Amran juga menyoroti kemajuan dalam program hilirisasi dan swasembada jagung. Pemerintah mengklaim Indonesia telah mencapai kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan jagung untuk pakan ternak, sebuah terobosan setelah bertahun-tahun bergantung pada pasokan impor.
Pencapaian ini memiliki implikasi langsung pada kebijakan perdagangan. Pemerintah memutuskan untuk menghentikan impor jagung pakan pada tahun 2025. Fokus pembangunan kini bergeser ke tahap berikutnya, yaitu memenuhi kebutuhan jagung untuk bahan baku industri olahan.
Amran menggarisbawahi strategi jangka panjang tersebut. "Untuk kebutuhan pakan, kita sudah swasembada dan tidak ada impor pada 2025. Tinggal sektor industri yang akan kita kejar berikutnya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank Usai Terpuruk di Zona Degradasi
Medco Energi Ditunjuk sebagai Operator Blok Cendramas di Lepas Pantai Malaysia
Serangan Udara Militer Myanmar di Magway Tewaskan 5 Warga Sipil
Jembatan Gantung Putus di Tanggamus, Mobil Terjun 10 Meter, Puluhan Luka-luka